Sabtu, 28 September 2019

Makalah Surat Alquran


SURAT AL-QUR’AN


Makalah Mata Kuliah

Studi Alquran

 

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Asisten Dosen:

Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I


Disusun Oleh:

Salsabilla Asharnia Priyadini

NIM: B01219050

 

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Surabaya

2019




KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘‘Surat Alquran”. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini saya buat sebagai salah satu syarat memenuhi tugas mata kuliah studi Alquran. Saya mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah studi Alquran, yang telah memberikan tugas ini sebagai media peningkatan pengetahuan tentang surat Alquran serta memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terimakasih juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu saya selama proses pembuatan makalah ini.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saya mohon kritik dan saran. Semoga makalah ini dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi para bembaca.


              Surabaya, 20 Agustus 2019




                 Salsabilla Asharnia Priyadini
  



DAFTAR ISI

      KATA PENGANTAR.....................................................................................ii
      DAFTAR ISI..................................................................................................iii
      BAB I PENDAHULUAN
           A.   Latar Belakang......................................................................1
           B.   Rumusan Masalah.................................................................2
           C.   Tujuan.....................................................................................2

      BAB II PEMBAHASAN
          A.    Pengertian Surat Alquran......................................................3
          B.     Penentuan Urutan Surat-Surat Alquran............................13
          C.    Batasan Surat-Surat Alquran..............................................18
          D.    Keutamaan Surat Tertentu..................................................19 

      BAB III PENUTUP
                        A.    Kesimpulan............................................................................21
                        B.     Saran......................................................................................21
                          
            DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................22



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Surat dalam Alquran memberikan sebuah makna tentang petunjuk bagi siapa yang mempercayai dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Pada hakikatnya surat ibarat gedung yang indah mengandung ilmu dan hikmah. Tiap-tiap surat mengandung materi yang sempurna serta saling berhubungan.

Menurut para ulama, jumlah surat-surat yang terdapat dalam Alquran ada 114 surat  yang terdiri dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nass sebagaimana terhimpun dalam Mushaf Utsmani dan merupakan pedoman hidup bagi manusia. Ada juga yang berpendapat  mengatakan bahwa surat Alquran berjumlah 113 dengan alasan bahwa surat al-Anfal dengan at-Taubah sebagai satu arah yang digabung, mengingat antara keduanya mengandung kemiripan dan memang tidak dibatasi dengan basmalah.[1]

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan lain-lainnya, Nabi Muhammad bersabda : “Diberikan kepadaku tujuh surat yang panjang, yang menyamai Taurat, diberikan kepadaku surat-surat al-Miuun yang menyamai Zabur, diberikan kepadaku al-Matsani yang menyamai Injil, dan aku diberi kelebihan dengan surat-surat al-Mufassal”.

Dr. Abdullah Syahatah dalam bukunya Alquran Watt Tafsir mengatakan surat-surat Alquran yang disepakati para ulama sebagai surat Makkiyah dan Madaniyah .

Dalam pengertian lain, surat merupakan bagian-bagian tubuh Alquran yang sebenarnya. Kata Sura (jamak: suwar) juga muncul dalam teks Alquran tetapi asal-usul kata ini sangat meragukan.

Pandangan yang paling umum diterima adalah bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Ibrani, shurah yaitu suatu deretan sisa-sisa batu bara di dinding dan bekas pepohanan anggur. Dari makna ini surat dapat disimpulkan menjadi “Serangkaian bagian” atau “Bab” (chapter).

B.     Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian surat Alquran ?
2.    Bagaimana penentuan urutan surat-surat pada Alquran ?
3.    Apa saja batasan surat-surat Alquran?
4.    Bagaimana keutamaan pada surat tertentu?

C.   Tujuan
1.    Mengetahui pengertian surat Alquran.
2.    Memahami penentuan urutan surat-surat pada Alquran.
3.    Memahami batasan surat-surat pada Alquran.
4.    Mengetahui keutamaan pada surat tertentu.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Surat Alquran
     Kata surat berasal dari tiga yaitu kata al-su’rah yang berarti sisa air dalam bejana, al-sur yang berarti pagar pembatas atau dinding dan kata al-surat yang berarti pasal. Bisa juga diartikan sebagai tingkatan atau martabat, tanda atau alamat, gedung yang tinggi serta indah, sesuatu yang sempurna serta susunan yang bertingkat.

     Kata surat secara terminologis yaitu sekelompok ayat-ayat Alquran yang menjadi satu kesatuan mempunyai permulaan dan penutup. Alangkah baiknya surat dibaca dengan basmalah serta bersungguh-sungguh agar mendapat tingkatan pahala yang mulia.

Surat-surat Alquran terdiri dari empat bagian yaitu:
1.    Ath-Thiwal berisikan 7 surat diantaranya, seperti al-Baqarah, Ali Imran, an-Nissa’, al-Ma’idah, al-An’am, al-A’raf dan yang ketujuh ada yang mengatakan al-Anfal dan Bara’ah juga termasuk karena tidak dipisahkan dengan basmalah diantara keduanya. Ada pula yang berpendapat bahwa yang ketujuh adalah surat Yunus.
2.   Al-Mi’un yaitu surat yang memiliki ayat yang lebih dari seratus atau sekitaran itu.
3. Al-Matsani yaitu surat-surat yang memiliki ayat dibawah al-mi’un, yang dimana bacaannya diulang-ulang lebih banyak dari ath-thiwal dan al-mi’un.
4. Al-Mufashol ada yang bilang diawali dengan surat Qaf, ada yang bilang diawali dengan surat al-Hujurat, adapula yang mengatakan diawali dari surat lain. Dinamakan mufashol karena banyaknya fashl (pemisah) diantara surat dengan basmalah. Mufashol dibagi menjadi tiga, yaitu thiwal, ausath, dan qishar. Thiwal dimulai dari surat Qaf atau al-Hujurat sampai dengan ‘Amma atau al-Buruj. Ausath dimulai dari surat ‘Amma atau al-Buruj sampai dengan adh-Dhuha atau Lam Yakun, dan qishar dimulai dari adh-Dhuha atau Lam Yakun sampai dengan surat Alquran yang terakhir.[2]

     Penamaan surat Alquran tersebut memiliki nama tersendiri. Sebuah surat boleh jadi mempunyai satu ayat beberapa nama. Tetapi, nama surat tersebut tidaklah menunjukkan judul atau tema pokok dari surat-surat tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap surat mempunyai tema tetapi hanya dijadikan sebagai alat metode identifikasi.

     Kitab suci Alquran terdiri dari beberapa surat yang memiliki beberapa ayat. Surat dalam Alquran berisi tentang perintah dan larangan Allah SWT, ilmu yang berkaitan dengan alam semesta, benda, energi, sistem-sistem, serta kehidupan baik di dunia maupun akhirat. Ilmu ini sebagai alat penunjang kesuksesan, kekuatan, keimanan, dan ketakutan kepada larangan Allah SWT.[3]

Dari segi namanya, surat Alquran dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
1.  Surat yang hanya memiliki satu nama, seperti an-Nisa’, Thaha, al-A’raf, dan   sebagainya.
2.  Surat yang memiliki lebih dari satu nama, seperti surat al-Fatihah, yang juga diberi nama Ummul Kitab, surat at-Taubah yang juga disebut surat al-Bara’ah, surat al-Isra’ yang disebut juga surat Bani Israil, dan sebagainya.
3.  Beberapa surat dengan satu nama, yaitu surat al-Mu’awwidzatain untuk surat al-Falaq dan an-Nass, surat Al-Hawamim untuk surat-surat yang didahului oleh kata Ha-Mim, surat Al-Zahrawyn untuk surat al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran (Muslim, 1998: I: 356: No.804).[4]


Adapun pemberian nama surat Alquran didasarkan atas :
1.  Kandungan surat. Misalnya surat Nuh yang mengisahkan tentang Nabi Nuh AS.
2. Kata pembuka surat. Misalnya, surat al-Qari’ah dari kata “Al-Qa-Ri-Ah” pada awal surat.
3. Fungsi surat. Misalnya surat al-Ikhlash yang berfungsi sebagai pemurnian (ikhlas) tauhid atau keimanan.
4.  Salah satu kata yang ada di dalam suatu surat. Misalnya surat al-‘Alaq dari kata “Alaq” pada ayat kedua.[5]

     Allah menyebut kitab-Nya dengan apa yang bertentangan dengan yang disebut oleh orang Arab, yakni aspek global dan rinciannya. Keglobalan tersebut dinamakan Alquran sebagaimana mereka memberi nama pada sekumpulan sya’ir (diwan). Bagian dari Alquran ini adalah surat, seperti sajak (qashidah) versi mereka.

     Ada surat Alquran yang berisi bahwa kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, Dia sang raja penguasa atas segala sesuatu yang mengadakan, meniadakan, menghidupkan, dan mematikan.

     Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya Allah menundukkan anak Adam dengan mati, menjadikan dunia ini tempat hidup kemudian, dan menjadikan akhirat tempat pembalsan kemudian kekal selamanya” (R.Ibn Hatim dari Qatadah). Dia sang maha mulia, perkasa, menang, dan maha pengampun. Dia pula yang menjadikan langit tujuh petala, tujuh susun, tanpa ada cela aib, kekurangan atau keliruan dan pertentangan, kemudian Allah mempersilahkan makhluknya untuk memperhatikan semua kejadian untuk membuktikan betapa rapinya serta indahnya, kemudian Allah telah menghias langit dunia dengan bintang-bintang bagaikan pelita yang menerangi, juga itu dijadikan alat untuk melempari setan yang berusaha mencuri percakapan dan pendengaran untuk menipu mempengaruhi manusia.[6]

Berikut surat yang menjelaskan tentang orang kafir:
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٦) إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ (٧) تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ (٨) قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ (٩) وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ (١٠) فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ (١١)

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara. Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?". Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya)”, dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar". Mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala. Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu (QS. Al-Mulk [67] : 6-11).
Dalam sebuah hadist Nabi SAW bersabda, “Lan yahlikan naasu hatta ya’dzaruu min anfusihin”, artinya : “Takkan binasa manusia sehingga diberi kesempatan untuk memperbaiki diri mereka”.[7]

Setelah surat yang menerangkan keadaan orang kafir yang menentang ajaran Allah, tuntunan Nabi SAW maka dalam ayat ini Allah menerangkan hal keadaan orang-orang yang akan mendapat naungan Allah disaat tak ada naungan kecuali naungan-Nya. Seorang yang diajak wanita bangsawan cantik untuk berzina, tiba-tiba ia mengatakan bahwa, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”. Juga orang yang bersedekah dengan tersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya (Bukhari, Muslim).

Nabi SAW, bersabda “Lau tawakkaltum ala Allahi haqqa tawakulihi larazaqum kamaa yurzaqut thairu tagh duu khimaa shan wa taruu hu bithaa na”, artinya: “Andaikan kamu tawakkal kepada Allah dengan sepenuhnya, niscaya Allah akan memberimu rezeki sebagaimana burung yang keluar di pagi hari dalam keadaan perutnya kosong dan lapar, dan sore hari kembali sudah penuh kenyang” (R. Ahmad, Attirmidzi, Annasa’I, Ibn. Majah dari Umar bin Al Khattahab r.a).

     Surat dalam Alquran juga berisi kalimat La Ilaaha illallaah mengandung dua rukun. Pertama : (La Ilaaha), yaitu peniatan segala sesuatu yang diibadahi dengan sebenarnya selain Allah. Kedua : (Illallah) yaitu Penetapan bahwa Allah yang berhak untuk diibadahi.[8]

     Diriwayatkan dalam sebuah atsar (riwayat) bahwa kunci surga adalah (la ilaha illallah), akan tetapi apakah setiap orang yang mengucapkannya berhak dibukakan pintu surga untuknya?

     Kalimat La Ilaha Illallah dalam surat Alquran menjadi kunci pembuka pintu surga, dan berguna bagi orang yang mengucapkannya, dan syarat-syarat tersebut yaitu :
1.  Ilmu pengetahuan karena setiap kalimat memiliki makna, maka makna La Ilaha Illallah dengan pengetahuan yang bertentangan dengan sifat ketidak-tahuan, yaitu : Menafikan atau meniadakan sifat ketuhanan dari selain Allah, lalu menetapkannya untuk Allah semata, artinya : “Tidak ada yang berhak disembah atau diberikan ibadah kecuali Allah”.

2. Yakin yaitu benar-benar meyakini akan maksudnya, karena kalimat ini sama sekali tidak menerima keraguan, prasangka, dan kebimbangan, akan tetapi wajib bertopang kepada keyakinan yang pasti dan kuat. Allah berfirman menyebutkan sifat-sifat orang mukmin.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (QS. Al-Hujurat [49] :15).

3. Menerima apabila anda telah mengetahui dan meyakini, maka sepatutnya pengetahuan yang  berkeyakinan ini memiliki pengaruh, yaitu : menerima setiap apa yang dituntut oleh kalimat ini dengan hati dan lidah.

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Sesungguhnya mereka dahulu bila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah
melainkan Allah) mereka menyombongkan diri (QS. As-Saffat [37] : 35).

4.  Tunduk dan Patuh Tauhid membutuhkan ketundukan yang sempurna. Ini merupakan pembuktian dan bentuk pengamalan dan keimanan.

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan  (QS. Luqman [31] : 22).

5.  Kejujuran dalam mengucapkannya, kejujuran yang menghapus kedustaan, karena siapa saja mengatakannya dengan lidahnya saja, sedangkan hatinya mendustai kalimat itu maka dia munafik. Dasarnya adalah firman Allah yang mencela orang-orang munafik.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ
Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (QS. Al’Imran [3] : 167).

6.      Kecintaan
Bukti kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya yaitu mendahulukan kecintaan Allah, meskipun bertentangan dengan hawa nafsunya, loyal terhadap orang yang cinta Allah dan Rasul-Nya.

7.      Ikhlas
Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus. Begitu banyak orang yang membaca Alquran tanpa mendalami makna kandungan suratnya. Memahami makna Surat Alquran sangat perlu sebagai peningkat iman dan takwa kepada Allah SWT. Jika kita sedang merasa gagal karna sesuatu hal, ingat dalam Alquran sudah ada surat al-Insyirah yang berisi tentang kemudahan dibalik kesulitan hidup.

Surat Alquran diturunkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dalam bahasa Arab. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syari’at, asas-asas perilaku, menuntun manusia ke jalan yang lurus dalam berpikir dan beramal. Namun, Allah SWT tidak memberi perincian-perincian dalam masalah-masalah itu sehingga banyak lafal pada surat Alquran yang membutuhkan tafsir, apalagi sering menggunakan susunan kalimat yang singkat namun luas pengertiannya.
Dalam lafazh yang sedikit saja dapat terhimpun sekian banyak makna. Untuk itulah, diperlukan penjelasan mengenai surat Alquran.
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah (QS. Az-Zukhruf [43] : 26-27).
     Salah satu bentuk nasihat Allah ialah dalam bentuk surat Alquran ini yang dikemas sedemikian rupa guna menambah keimanan seseorang dan sebagai pengarah dari kesesatan menuju kebenaran. Tidak semua orang bisa menerima dan tidak semua orang tidak menerima akan ajaran yang terdapat dalam surat Alquran. Karena orang yang baik adalah orang yang menasehati sesama dan mengamalkan ajarannnya.

     Betapa indahnya sentuhan bahkan tetesan embun surat Alquran pada hati para pembacanya. Segala keangkuhan hati, kekafiran, kemunafikan, terkalahkan oleh dahsyatnya makna surat Alquran yang mengajak kita untuk selalu fastabiqul khairat.[9]

     Surat Alquran berisikan iman dan taqwa kepada Allah juga melindunginya dari kebusukan dan kerusakan, serta mendorong kepada setiap kebajikan dan kemuliaan (Syekh Shalih Al-Bulaihi, Al-Hadyu Wal Bayan Fi Asma’il quran).

     Jika masih kesulitan memilih jalan, tidak bisa melihat persoalan dengan jernih, merasa kebingungan dan sesak dada, kembalilah kepada Alquran yang dimana suratnya membawa ketentraman hati yang harus dipatuhi sebagai umat islam. Dengan begitu anda akan keluar dari segala kerisauan hati, fikiran, lepas dari segala macam kebodohan, bebas dari kesepian anda dan meraih kekuatan anda kembali (Nashr bin Yahya bin Abi Kastir).

     Salah satu ibadah sunnah yang paling efektif untuk meraih surga Allah ialah dengan mendekatkan diri pada Allah dan kitab sucinya, membaca serta mengamalkan isi Alquran. Khabbab bin Art pernah berkata kepada seseorang: “ Dekatkanlah dirimu kepada Allah semampumu. Dan ketahuilah bahwa tidak ada cara mendekatakan diri kepada Allah selain melalui firmannya”  (Ibnu Rajab, Jami’ul Ulum Wal Hikam, 364).

     Namun, tidak lepas dari godaan syaitan yang terus berusaha mengganggu  seseorang yang sedang ibadah mendekatkan diri pada Allah. Ada perasaan malas itu datangnya dari syaitan, ada perasaan lelah ibadah itu juga datangnya dari syaitan, tinggal bagaimana kita menyikapi dan menolak keras hal itu. Kita harus melawan kemalasan sebab itu perbuatan tidak baik menimbulkan suatu kebiasaan buruk.

     Siapa Nabimu? itulah salah satu pertanyaan yang akan ditanyakan di alam kubur nanti. Jika dia dapat menjawab, maka dia akan selamat, dan jika tidak, dia akan celaka. Dalam surat Alquran berisi anjuran kesaksian kita untuk percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

     “Siapa menaati Rasul, sungguh dia telah mentaati Allah” (QS. An-Nisa’[4]: 80) Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31). Kedua surat tersebut berisi kesaksian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.

     Surat dalam Alquran pun berisi tentang universalitas telah diakui dan dijelaskan panjang lebar oleh Alquran Syatibiy yang menyatakan bahwa Alquran sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada. Meskipun Alquran sebagai syifa’ belum diketahui dapat menyembuhkan keseluruhan yang ada dalam diri manusia namun dalam surat Alquran menjelaskan segala sesuatu yang menjadi pedoman manusia, baik tentang sebab penyakit hati maupun dampak yang akan terjadi saat penyakit hati muncul.[10]

  Jadi, tidak semua orang dapat menjelaskan mengenai surat dalam Alquran. Para pembaca alangkah baiknya tidak hanya membaca melainkan harus menguasai makna yang terdapat pada surat Alquran, memiliki akidah yang benar, serta mengamalkan ajarannya. Terjadinya berbagai pendapat dan penafsiran yang selama ini beredar secara liar atau menambah nambahkan surat pada Alquran perlu diminimkan.

  Memahami bukan sembarang memahami artinya saja namun mengkaji isi yang ada dalam surat Alquran, ini sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan sebagai pencerahan untuk para kaum muslimin. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT sajalah kita berserah diri dan mohon perlindungan atas segala kekurangan. Hanya Allah SWT sang pemilik ilmu dan kebenaran yang sermpurna. Surat Alquran sebagai pedoman untuk kita para manusia. Dekatkan diri pada Alquran maka kelak hidup dunia akhirat kita akan dipermudah.

     Dengan memahami makna Alquran itu sebagai bentuk kecintaan, kehormatan, yang diinginkan oleh Allah SWT. Jika umat menerima surat yang ada di dalam Alquran ia akan berusaha dengan sungguh-sungguh agar dapat melaksanakan isi surat tersebut.

B.       Penentuan Urutan Surat-Surat Alquran
Para ulama berpendapat bahwa urutan surat pada Alquran berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Ada dalil hadits yang membicarakan tentang keutamaan surat tertentu atau ayat yang terletak di awal maupun akhir.

Imam Ibnu Al-Hashar berkata : “Susunan surat dan letak ayat dalam surat tertentu berasal dari wahyu dan bukan hasil ijtihad para sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang”.

Sebuah surat turun karena suatu urusan yang terjadi dan ayat pun turun sebagai jawaban atas segala macam pertanyaan, Jibril yang akan memberitahukan Nabi SAW dimana surat dan ayat akan ditempatkan.

Para ulama berbeda pendapat tentang tertib aturan urutan  surat Alquran :
1.   Dikatakan bahwa tertib surat itu tauqifi dan ditandatangani langsung oleh Nabi SAW sebagaimana diberitahukan Jibril kepadanya atas perintah Allah. Dengan demikian, Alquran pada masa Nabi Muhammad SAW telah tersusun surat-suratnya secara tertib sebagaimana tertib ayat-ayatnya, seperti Mushaf Utsman yang tidak ada seorang sahabat pun menentangnya. Ini menunjukkan telah terjadi kesepakatan (ijma’) atas tertib surat, tanpa suatu perselisihan. Yang mendukung pendapat ini ialah dengan Nabi SAW telah membaca beberapa surat secara tertib di dalam shalatnya.  Bukhari meriwayatkan dari Ibn Mas’ud, bahwa ia mengatakan tentang surat Bani Isra’il, al-Kahfi, Maryam, Ta Ha dan al- Anbiya’: “Surat tersebut diturunkan di mekah dan yang pertama-tama aku pelajari”, kemudian surat tersebut diurutkan sebagaimana tertib susunan seperti sekarang.
2.   Dikatakan bahwa tertib surat itu berdasarkan ijtihad para sahabat, mengingat adanya perbedaan tertib di dalam mushaf mereka misalnya mushaf Ali disusun menurut tertib Nuzul, yakni dimulai dengan Iqra’, kemudian al-Muddatstsir, lalu Nun, al-Qalam, kemudian al-Muzzammil, dan seterusnya hingga akhir surat Makkiyah dan Madaniyah.
3.  Dikatakan bahwa sebagian surat itu tertibnya  tauqifi dan sebagian lainnya berdasarkan ijtihad para sahabat, hal ini karena terdapat dalil yang menunjukkan tertib sebagian surat pada masa Nabi. Misalnya, keterangan yang menunjukkan tertib as-Sab’ut Tiwal, al-Hawamim dan al-Mufashol pada masa hidup Nabi SAW.[11]

Kata Ibn Hajar lebih lanjut : “Ini menunjukkan bahwa tertib surat-surat seperti terdapat dalam Mushaf sekarang adalah tertib surat pada masa Nabi SAW”, dan katanya: “Namun mungkin juga bahwa yang telah tertib pada waktu itu hanyalah bagian mufashol, bukan yang lain”.

Adapun ulama yang mendukung pendapat pertama ini adalah Imam Maliki, Alqadhi Abu Bakar, dan Ibnu Faris dalam bukunya yang berjudul “Kitabul Khamsi”. Alasan-alasan yang dikemukakan diantaranya adalah mushaf-mushaf para sahabat berbeda-beda dalam penertiban suratnya sebelum Khalifah Utsman Bin Affan memerintahkan penghimpunan secara seragam. Maka sekiranya pengelompokan itu secara tauqifi, tidak akan terjadi perbedaan. Karena ketentuan Nabi itu mutlak untuk dilaksanakan.  Argumen yang lain dilandaskan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibni Asytah dari Ismail Bin Abbas dari Hibban Bin Yahya dari Abu Muhammad Alquraisyiy dalam Masjfuk Zuhdi berkata,  “Utsman memerintahkan kepada para sahabat agar mengurutkan surat-surat yang panjang. Kemudian ia menjadikan surat al-anfal dan at-Taubah didalam kelompok tujuh dan surat yang ketujuh, dan ia tidak memisahkan surat al-Anfal dan at-Taubah dibaca dengan menggunakan Basmalah”.

Tidak ada satupun surat atau ayat yang penempatannya tidak berdasarkan ketetapan Nabi SAW. Sebab jika ijma’ yang disepakati bukan berdasarkan ketetapan Nabi SAW, maka pemilik Mushaf yang berbeda tersebut tidak akan seluruhnya menyepakati dan melaksanakan ijma’ tersebut, mereka juga akan tetap berpegang pada Mushaf mereka. Ulama besar, Azarqani dalam Masjfuk Zuhdi mengatakan “Ada hadist yang mengatakan tauqifi, namun Utsman juga melakukan ijtihad”. Alqadhi Abu Muhammad bin Athiyah juga turut mengutarakan pendapatnya, “Sesungguhnya kebanyakan surat-surat Alquran itu telah diketahui tertibnya pada waktu hidup, seperti tujuh surat panjang. Surat-surat yang dimulai dengan (khamim) dan surat-surat al-Mufashol. Adapun surat-surat lain mungkin tertibnya diserahkan kepada umat islam sesudah Nabi SAW wafat”.

Ketika pada masa Utsman Alquran dikumpulkan secara tertib. Ketika pada masa Utsman Alquran dikumpulkan, ditertibkan surat dan ayatnya pada satu huruf (logat) dan umat pun menyepakatinya, maka mushaf yang ada pada mereka ditinggalkan. Para sahabat sangat bersemangat untuk mendapatkan pengajaran Alquran dari Nabi SAW. Mereka ingin menghafal dan memahaminya. Bagi mereka, ini merupakan suatu kehormatan. Seiring dengan itu, mereka juga bersungguh-sungguh mengamalkan dan menegakkan hukum-hukumnya.

Urutan surat dalam Alquran yang kita jumpai sekarang telah melewati proses penertiban yang tidak mudah. Dapat dimaklumi bahwa Alquran adalah sumber nomor wahid bagi umat Islam dalam pengambilan hukum-hukum, dan lebih dari itu, ia adalah pedoman hidup bagi kita semua.

Berikut beberapa pendapat mengenai pelopor pembuat urutan surat :
1. Menurut Abu Ja’far Al-Nuhas, Al-Kirmani, Ibn Al-Hishar, dan Al-Anbari, M.M. Al-A’zami (2005: 77), Abu Syahbah (1992: 296), dan Manna’ Al-Qathan (1994: 144) urutan peletakkan surat adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW.
2. Menurut Imam Al-Suyuthi, Imam Malik, dan Abu Bakar Al-Thayyib, urutan surat adalah hasil pemikiran para sahabat ketika menulis Mushaf Alquran.
3. Abu Muhammad bin ‘Atthiyyah dan Imam al-Baihaqi menyatakan bahwa sebagian besar surat Alquran diurutkan berdasarkan petunjuk Nabi SAW dan sebagian yang lain hasil pemikiran para sahabat.
Ada hadist lain dalam bab tersebut yang menunjukkan bacaan secara urut mengenai :
a.  Surat-surat pendek atau Al-Mufashol (Muslim, 1988: I: 363: No.822)
b.  Surat-surat yang didahului kata Ha-Mim (surat nomor 40,41,42,43,44,45,dan 46)
c.   Surat-surat Bani Israil atau al ’Isra’ (17), al-Kahfi (18), Maryam (19), Thaha (20), lalu al-Anbiya’(21).[12]

Sementara itu, Imam Muslim meriwayatkan, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menasihatkan kalian azzahraawain, yakni surat al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran”. Lalu Nabi Muhammad SAW mengucapkan dua surat itu dengan urutan keduanya. Abu Bakar Al-Ambary menuturkan bahwa, “Allah SWT menurunkan Alquran keseluruhan ke langit dunia, kemudian dia mengatur turunnya selama dua puluh tahun. Maka, surat-surat Alquran merupakan cakupan dari kejadian suatu peristiwa,  sedangkan ayat merupakan jawaban mengenai sesuatu yang memerlukan penjelasan”. Untuk itulah, malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk memberikan penjelasan mengenai penempatan surat dan ayat. 

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa urutan surat Alquran adalah berdasar petunjuk Nabi Muhammad SAW, karena datangnya surat Hawaamiin yaitu surat-surat yang diawali dengan kata Ha-Mim tersusun secara tertib. Demikian juga surat Thawaasiin yaitu surat-surat yang diawali dengan kata Tha-Sin. Juga surat Al-Musabbihat yaitu surat-surat yang diawali dengan kata subhana, sabbaha, yusabbihu, sabbih tidak tersusun secara urut, bahkan terpisah antara satu surat dengan surat lainnya. Letak surat al-Qashash dengan awalan Tha-Sin-Mim dan surat al-Naml dengan awalan Tha-Sin diletakkan secara terpisah. Padahal surat al-Qashash itu lebih pendek daripada surat al-Naml. Seandainya urutan surat itu hasil pemikiran para sahabat Nabi SAW niscaya surat al-Musabbibat yaitu surat-surat yang diawali dengan kalimat tasbib disebutkan secara urut, dan surat al-Naml yang terdiri dari ayat yang lebih sedikit diletakkan lebih akhir daripada surat al-Qashash.[13]
“Barangsiapa yang mengacak-acak mendahulukan atau mengakhirkan surat-surat Alquran, berarti dia merusak susunan Alquran”. Dari beberapa permintaan Alquran ini jelas bahwa makna yang dimaksudkan adalah sesuatu yang seperti wahyu atau kitab suci. Alternatif yang diajukan Watt adalah bahwa kata surat terambil dari bahasa Siria, surta yang bermakna “Tulisan teks kitab suci”, atau bahkan “Kitab suci” (Watt: 1991: 90).

Alternatif Watt yang menyatakan bahwa surat yang bermakna tulisan atau teks kitab suci mungkin dapat diterima, tetapi bila itu diartikan kitab suci sebagai suatu kesatuan tentu saja kita akan mengalami kesulitan. Bila Alquran meminta untuk didatangkan sepuluh surat berarti yang dimaksud adalah sepuluh kitab suci yang sama. Sungguh tantangan yang tidak masuk akal dan tidak diterima. Padahal tantangan Alquran merupakan tantangan yang sunguh-sungguh.

Allah menjadikan Alquran sebagai petunjuk dan cahaya bagi setiap hamba yang mengimaninya, ia sebagai penawar hati dan obat dari penyakit yang ada di dada, mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Kalamullah, setiap huruf yang dibaca mendatangkan pahala bahkan dilipatgandakan. Nabi SAW menyebutkan beberapa keutamaan pada surat-suratnya. Semoga dengan kita mengetahui  keutamaannya menumbuhkan semangat untuk membacanya serta membuahkan amal sesuai dengan tuntunannya, amin.

C.      Batasan Surat-Surat Alquran
       Surat dalam Alquran berdiri sendiri. Kedudukan masing masing surat sama. Setiap surat memiliki makna istimewa tersendiri. Batas batas surat berdasarkan pada petunjuk dari Nabi SAW. Saat shalat, Nabi Muhammad SAW selalu menggunakan basmalah sebagai penyambung surat. Kala itulah sahabat nabi jadi mengetahui batas awal dan akhir dalam surat Alquran. Setiap surat selalu diawali dengan basmalah kecuali surat at-Taubah, hal ini telah tertera dalam Mushaf Alquran.

Pada sisi terminologis, kita tidak melihat batasan surat dalam perspektif yang berbeda. Pada umumnya memberikan batasan yang sama tentu dengan sedikit penjelasan tambahan yang berbeda. Al-Zarkasyi misalnya menjelaskan pengertian surat dengan sekelompok ayat-ayat Alquran yang mempunyai permulaan dan penutup (Al-Zarqasyi, t.t: I, 263). Al-Zarqani memberikan sedikit tambahan bahwa sekelompok ayat-ayat Alquran yang mempunyai permulaan dan akhir itu adalah berdiri sendiri (Al-Zarqani, 1988: I, 350). Tetapi, meskipun sekelompok ayat dimaksud berdiri sendiri, namun satu sama lain dipercaya berhubungan erat saling melengkapi, sehingga ada yang mengatakan bahwa surat al-Fatihah adalah pengantar surat al-Baqarah, dan surat al-Baqarah adalah pengantar surat an-Nisa’ dan seterusnya.

D.      Keutamaan Surat Tertentu
1.   Surat Al-Fatihah
Al- Fatihah bermakna asy-Syafiyah yaitu yang menyembuhkan, merupakan surat yang paling mulia dalam Alquran.
2.   Surat Al-Baqarah
Al-Baqarah ialah puncaknya Alquran. Dikenal dengan sebutan az-Zahrawani yang apabila dibaca dalam sebuah rumah, maka rumah tersebut tidak akan dimasuki setan.
3.   Surat Qaf
Surat yang sering dibacakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW ketika menyampaikan pidato di atas mimbar, saat shalat Jum’at, dan shalat Ied atau hari raya.
4.   Surat Al-Kahfi
Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at akan menerangi pembacanya maupun dirinya sendiri sampai Baitullah di kota Mekkah, serta barangsiapa yang menghafalkan 10 ayatnya maka akan terjaga dia dari fitnah Dajjal.
5.   Surat Al-Mulk
Memberikan syafaat bagi siapa saja baik yang membaca maupun pendengarnya sampai ia diampuni oleh Allah SWT.
6.   Surat Al-Ikhlas
Sebanding dengan sepertiga Alquran.
7.   Al-Mu’awwidzatain
Orang-orang memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca kedua surat ini.
8.    Surat At-Takwir, Al-Infithar, dan Al-Insyiqaq
Berisi proses terjadinya hari kiamat .[14]
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; Apakah mengenai keutamaan surat-surat Alquran itu hanya ada satu dua surat? Ia menjawab, “Aku melihat orang-orang telah menyimpang jauh dari Alquran, mereka tekun dengan fikih Abi Hanifah dan Kitab Magazi-nya Abi Ishaq. Oleh karena itu, aku buat hadist ini untuk hisbah (mengarahkan mereka kepada Allah dan cinta agama)”.




BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Di era millennial saat ini sudah banyak yang mengacuhkan akan apa saja makna tersirat dalam surat Alquran. Membaca saja jarang apalagi mengetahui kandungannya.

Dengan adanya makalah ini saya menjabarkan pengertian surat Alquran, urutan surat Alquran, bacaan surat Alquran, dan keutamaan pada surat Alquran.

Perlu disadari bahwasannya hidup ini sementara, sia-sia hidup jika tidak dipergunakan untuk beramal baik. Kitab suci Alquran ialah pedoman umat muslim yang tidak boleh dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari. Beristiqamah memahami surat Alquran serta mengamalkan ajarannya ialah suatu kewajiban.

B.       Saran
Saran saya, tugas sebagai seorang muslim untuk mengetahui, membaca dan mengamalkan kandungan surat Alquran sangat diperlukan sebagai pendekatan kepada Allah SWT agar diberikan jalan lurus dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.

  

  
DAFTAR PUSTAKA

Ali Aziz, Moh. 2018. Mengenal Tuntas Alquran. Surabaya : Imtiyaz.
Al-Qaththan, Manna. 2005. Pengantar Studi Ilmu Alquran. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar.
Al-Qattan, Manna’ Khalil. 2007. Studi Ilmu Quran. Bogor: PT Pustaka Litera AntarNusa.
Al-Qattan, Manna’ Khalil. 2016. Studi Ilmu-Ilmu Alquran. Bogor : Litera Antar Nusa.
Ash-Shaabuuniy, Muhammad Ali. 1998. Studi Ilmu Alquran. Bandung : Pustaka Setia.
Aswadi. 2009. Alquran Kitab Kedokteran. Surabaya : Dakwah Digital Press.
Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said (penterjemah) . 1992. Terjemahan Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8. Surabaya : PT Bina Ilmu.
Eldeeb Ibrahim. 2009. Be A Living Quran. Jakarta : Lentera Hati.
El-Fandy, Muhammad Jamaluddin. 2000. Alquran Tentang Alam Semesta. Jakarta : Amzah.
Nashir, Umar, dan Muhammad. 2009. Sms Tadabbur Alquran. Surabaya : Pustaka Elba.
Omar, Toha Yahya. 1983. Ilmu Da’wah. Jakarta : Widya Karsa Pratama.
Tafseer.Info. Tafsir Al-‘Usyr AL-Akhir. Tafseer.Info.






[1] Toha Yahya Omar, Ilmu Da’wah, (Jakarta : Widya Karsa Pratama, 1983), Cet. 3, hlm. 203.
[2] Syaikh Manna Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Alquran, (Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2005), Cet. 1, hlm. 181.
[3] Muhammad Jamaluddin El-Fandy,  Alquran Tentang Alam Semesta, (Jakarta : Amzah, 2000), Cet. 3, hlm. 2.
[4] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran, (Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 75.
[5] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran, (Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 76.
[6] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said (penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid  8, (Surabaya : PT Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 121.
[7] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said (penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid  8 , (Surabaya : PT Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 172.
[8] Tafseer.Info, Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir, Tafseer.Info, hlm.129.
[9] Nashir, Umar, dan Muhammad, Sms Tadabbur Alquran, (Surabaya : Pustaka Elba, 2009), hlm. 25.
[10] Aswadi, Alquran Kitab Kedokteran, (Surabaya : Dakwah Digital Press, 2009), hlm. 45.
[11] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Alquran, (Bogor : Litera Antar Nusa, 2016), Cet. 17, hlm. 207.
[12] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran, (Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 77.
[13] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran, (Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 78.
[14] Ibrahim Eldeeb, Be A Living quran, (Jakarta : Lentera Hati, 2009), Cet.1, hlm. 86-87.

107 komentar:

  1. Ma syaa Allah sangat bermanfaat sekali, Barakallah ya 👍👍

    BalasHapus
  2. Baarakallah... Sangat membantu sekali bagi masyarakat yang belum tahu.. good.. 👍👍

    BalasHapus
  3. Semoga bermanfaat untuk banyak orang ya kak

    BalasHapus
  4. meningkatkan kualitas pendidikan kita, Ini perubahan menuju pendidikan yang lebih baik, harus kita apresiasi prok2. .🤗

    BalasHapus
  5. Terimakasih kaka,atas pengetahuannya😊

    BalasHapus
  6. barakallah semoga bermanfaat untuk kita semua . good job

    BalasHapus
  7. Masyallah, terimakasih ini sangat bermanfaat sekali����

    BalasHapus
  8. Masyallah, Barakallah pengetahuan yang telah disampaikan. Aamiin Allahhumma Aamiin

    BalasHapus
  9. Bagus dan simple, semoga bermanfaat bagi orang lain, terus update karya²nya

    BalasHapus
  10. Untuk tayangan slide sudah simple dan jelas, hanya perlu sedikit animasi pada teks dan slide.Untuk fontnya juga perlu variasi. SEMANGAT!!

    BalasHapus
  11. Barakallah bermanfaat sekali ilmunya

    BalasHapus
  12. Masyaalloh bagus dan mudah di pahami penjelasan nya, semoga bermanfaat 🙏

    BalasHapus
  13. Bagus bgt makalahnya,semoga terus bermanfaat bagi yg lain.aamiin

    BalasHapus
  14. Masyaallah sangat membantu bagi yang belum tau, semoga bermanfaat aamiin

    BalasHapus
  15. Semoga bermanfaat dan dapat dipahami
    Semangat ya wkwk

    BalasHapus
  16. Barakallah, semoga kita semua semakin mencintai Alquran dan mengamalkannya dalam hidup kita..

    BalasHapus
  17. Masya allah sudah bagus, semoga bermanfaat untuk yg lainnya

    BalasHapus
  18. لطيفة. نأمل أن تصبح كاتبة جيدة وحقيقية ى

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah blog ini sangat bermanfaat sehingga memudahkan saya untuk mengetahui surat-surat Al-qur'an

    BalasHapus
  20. Bagus banget kaka :)
    Subhanallah karyanya. Semoga lebih baik lagi buat karya selanjutnya amin
    Sukses mama 💛

    BalasHapus
  21. bagus alhamdulillah semoga bermanfaat sukses selalu yaa

    BalasHapus
  22. Trims.. Dengan bacaan ini ilmuku semakin bertambah dan dapat menyelesaikan tugas dengan baik
    #mutualisme

    BalasHapus
  23. Terima kasih bermanfaat makalah nya

    BalasHapus
  24. sudah bagus tingkatkan terus.....maaf bisanya komen gitu

    BalasHapus
  25. Terima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah, terima kasih sangat membantu sekali. Semoga kedepannya semakin memberikan inovasi-inovasi baru yang lebih bermanfaat

    BalasHapus
  27. Barokallah
    Sangat bermanfaat
    Mudah mudahan tambah baik kedepannya
    Sukses dan semangat selalu☺️

    BalasHapus
  28. Subhanallah bagus banget karyanya kaka :)
    Semoga lebih baik untuk karya srlanjutnya amin
    Sukses kaka 💛

    BalasHapus
  29. Barokallah
    Sangat bermanfaat
    Mudah mudahan tambah baik kedepannya
    Sukses dan semangat selalu☺️

    BalasHapus
  30. Masyaallah, menambah ilmu pengetahuan. Semoga barakah dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin

    BalasHapus
  31. Saran saya ini agak menusuk tulang sal, utk sesi KESIMPULAN itu btw ada tulisan saying di revisi ulang sal wkwk. Itu nilai plus minusnya masuk wkwk. Overall pokok bahasan fan inti oke good and not bad. Smangat mahasiswa/wi
    #thanks from me thufailfitra

    BalasHapus
  32. Wow wow wow wow wow wow wow wow wow

    BalasHapus
  33. Alhamdulilah saya sangat suka dengan desain nya yg bagus cocok buat contoh web ku nanti

    BalasHapus
  34. wow wow wow wow wow wow wow wow wow wihhh. Semoga bermanfaat bagi pembacanya. Komen ke dua ini ya. uda kan. :)

    BalasHapus
  35. Membantu banget ini. Masha allah ��

    BalasHapus
  36. Alhamdulillah ini komen yg kedua kalinyyaaaa.Membantu dalam mengerjakan tugas saya, alhamdulillah makasih atas ilmu yg dibagikan

    BalasHapus
  37. ini ta yang disuruh komen sama prof ali minimal 50 komentar?

    BalasHapus
  38. Barakallah ini nih blog yg bermanfaat buat pembaca��
    Sukses teruss dan jangan bosen" share informasi ttg islam buat nambah ilmu agama ke sesama��

    BalasHapus
  39. Semoga kedepannya upgrade ke infographi supaya lebih mudah dipahami dan sebagai ladang berburu pahala dakwah, amin

    BalasHapus
  40. Materinya bagus, menambah wawasan baru tentang surat surat Al Qur'an. Semoga bermanfaat selalu bagi pembaca :)

    BalasHapus
  41. Makalahnya sudah bagus.. Semoga bermanfaat buat pembaca.. Dan semoga untuk selanjutnya bisa lebih baik lagii.. Semangatt terus salsa..

    BalasHapus
  42. Bagus, semoga bermanfaat makalah nya

    BalasHapus
  43. Trimakasih buat bacaanya, bisa untuk menambah refrensi belajar sangat bermanfaat sekali, semangat terus untuk menulis nya .

    BalasHapus
  44. Alhamdullilah ini sangat2 bermanfaat dan berguna

    BalasHapus
  45. sangat bermanfaat guna untuk pembelajaran saya dan teman teman saya

    BalasHapus
  46. trimakasih atas ilmu yang dibagikan sangan bermanfaat bagi saya dan saudara" saya

    BalasHapus
  47. trimakasih atas ilmu yang dibagikan sangan bermanfaat bagi saya dan saudara" saya

    BalasHapus
  48. Sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semoga penulis bisa berkarya lebih baik lagi

    BalasHapus
  49. Kata-katanya sangat mudah di mengerti, semoga kedepannya artikel bermanfaat 👍

    BalasHapus
  50. Ma Syaa Allah. Bagus,detail, dan bahasanya bisa dipahami oleh org lain. Sekecil apapun kebaikan tdk ada ruginya, terus berbagi seperti ini yaaa smoga manfaat dan sukses selalu Aamiin

    BalasHapus
  51. Masyaallah materinya bermanfaat bagi semuanya, saling berbagi ilmu pada semuanya :)

    BalasHapus
  52. Semoga ilmu yg diberikan bermanfaat bagi semuanya. Allahumaamiin..

    BalasHapus
  53. masyaallah, ini sangat bermanfaat sekali buat yang baca, tetep semangat dan terus berkarya🙏🙏

    BalasHapus
  54. terima kasih ilmuya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat berkembang lebih baik lagi

    BalasHapus
  55. wahhhh kak salsa terima kasih ilmunya semoga bisa bermanfaat bagi yang lain jugaaa

    BalasHapus
  56. Keren salsa👏👏👏👍
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  57. Entah apa yang merasuki mu. Hingga kau bisa membuat makalah seperti itu..
    Keren salsa👏👏👏👏👍
    Semoga bermanfaat y.
    Beri oplos kawan-kawan👏👏👏👏👏👏👏👏👍👍

    BalasHapus
  58. Waaahh ngga nyesel mampir ke blog ini isinya sangat bermanfaat bagi kita semua untuk selalu memperdalam ajaran islam..
    Kereen sall

    BalasHapus
  59. Waaahh ngga nyesel mampir ke blog ini isinya sangat bermanfaat bagi kita semua untuk selalu memperdalam ajaran islam..
    Kereen sall

    BalasHapus
  60. Makalah yang sangat bagus dan mudah dipahami,sangat cocok untuk pendamping belajar bagi kalangan mahasiswa

    BalasHapus
  61. Subhanallah blog ini sangat bermanfaat bagi para pembaca. Terus semangat dan jangan pernah menyerah memberikan yang terbaik:")

    BalasHapus
  62. Dari urutan penataan dan kata-katanya udah bagus sih kayak tafsiran buku layaknya umum.saran untuk kedepannya blognya dibuat versi sendiri aja jangan versi makalah , jadi lebih terperinci lagi dan buat kalimatnya lebih menarik agar pembaca lebih mudah memahami. Semoga sukses

    BalasHapus
  63. MasyaAllah, masih semester 1 tapi sudah bagus dalam menyusun makalah. Makalah ini kalau menurut ku sudah rapi dan bagus. Isinya juga sangat bermanfaat. Semangat terus ya

    BalasHapus
  64. Makalah bagus tersusun rapi, tapi jika diberi template dan judul yang menarik mungkin akan mendorong minat pembaca.

    BalasHapus
  65. Ngga nyesel dah baca dri awal sampai akhir.Thankyou atas ilmu yg telah diberikan semoga bermanfaat juga bagi semuanya

    BalasHapus
  66. Makasi penjelasannya detail bgt bgt bgt

    BalasHapus
  67. Terimakasih atas materi yang telah disampaikan dan sangat bermanfaat bagi saya pribadi tentunya

    BalasHapus
  68. Alhamdulilah sangat bermanfaat ini blog tepat cocok sekali buat refensi

    BalasHapus
  69. Semoga apa yang kamu kerjakan bermanfaat bagi masyarakat, teruslah berkarya untuk agama dan negara. Semoga kamu diberikan kemudahan dan kelancaran dari Allah SWT. saya selaku teman lama mu selalu mensuportmu 😀

    BalasHapus
  70. Bagus sekalii, semoga bermanfaat bagi para pembaca yaa. Semangat dan sukses terus!!

    BalasHapus
  71. Alhamdulilah sangat bermanfaat, dan menambah ilmu, sangat bermanfaat sekali untuk saya dan semua orang yang membaca

    BalasHapus
  72. MasyaAllah sangat" bermanfaat dan menambah ilmu nya untuk para pembaca terimakasih untuk pengetahuan" dari makalah ini.
    Sukses terus, semangat untuk kuliah nya

    BalasHapus
  73. MashaAllah bermanfaat sekali ilmunya...jangan bosan berkarya, berkarya tanpa batas tetap semangat sukses selalu..🥰

    BalasHapus
  74. Subhanallah sangat bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  75. MashaAllah terimakasih atas ilmu yg dibagikan semoga dapat bermanfaat baginkita semua, semangat kuliahnya

    BalasHapus
  76. alhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))

    BalasHapus
  77. MashaAllah bermanfaat sekali blog ini dapat mengetahui lebih dalam mengenai surat alquran, sukses selalu dan semangat berkarya

    BalasHapus
  78. Saluuuuuuttt..di zaman era millenial ini masih ada yang peduli tentang pentingnya alquran dalam kehidupan sehari hari, lanjutkan terus nak..tetap semangat!

    BalasHapus
  79. Masya Allah, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

    BalasHapus
  80. Alhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua

    BalasHapus
  81. Masyallah bgtt, diliat dri makalah nya kyak nya yg nulis ini cantik kakak nya, wkwk

    BalasHapus
  82. Alhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua

    BalasHapus
  83. Alhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua.. Aamiin..
    Kakak nya sukses yaa

    BalasHapus
  84. Alhamdulillah dapat ilmu baru, terus dikembangkan semangat kuliah dan sukses ya..

    BalasHapus
  85. Alhamdulillah bermanfaat sekali, menambah wawasan kita semua ditunggu karya berikutnya..semangat terus

    BalasHapus
  86. Alhamdulillah makalahnya sangat bagus dan mudah dipahami, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua .aamiin

    BalasHapus
  87. Barakallah terimakasih sudah berbagi ilmunya, ditunggu karya berikutnya yg pasti bakal lebih keren dr ini, semangatt

    BalasHapus
  88. Barakallah, sangat bermanfaat sekali bagi pembaca dan menambah wawasan yang luas, penulisannya juga rapi serta mudah dipahami.
    Semangat dan sukses selalu
    Di tunggu karya selanjutnyaa

    BalasHapus
  89. Barakallah. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas ilmunya
    Terus dan tetap semangatt

    BalasHapus
  90. Keren keren keren...kata katanya gampang dimengerti, soon buat karya yg ga kalah kerennya sama yg sekarang, semangat min

    BalasHapus
  91. Anak muda zaman sekarang harus menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan utama dalam kehidupan agar tidak terbawa arus modernisasi yang semakin parah saat ini

    BalasHapus
  92. Mantap, penulisannya sangat baik menurut saya. Materi yang dibawa pun sangat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  93. alhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
    tabarakallah💖

    BalasHapus
  94. MasyaaAllah tabarakallah, semoga artikel ini dapat menjadi literatur yang membantu dan menginspirasi setiap orang.

    BalasHapus

Shalatmu Bahagiakan Dunia dan Akhiratmu

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag (Founder) Siapakah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag ?? ...