SURAT AL-QUR’AN
Makalah Mata Kuliah
Studi Alquran
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I
Disusun Oleh:
Salsabilla Asharnia Priyadini
NIM: B01219050
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT,
karena atas berkah dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul ‘‘Surat Alquran”. Shalawat
serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini saya buat sebagai salah satu syarat
memenuhi tugas mata kuliah studi Alquran. Saya mengucapkan terimakasih kepada
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah studi Alquran, yang telah
memberikan tugas ini sebagai media peningkatan pengetahuan tentang surat
Alquran serta memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terimakasih
juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu saya selama proses
pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu saya mohon kritik dan saran. Semoga makalah ini
dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi para bembaca.
Surabaya, 20 Agustus 2019
Salsabilla Asharnia Priyadini
DAFTAR ISI
Makalah Mata Kuliah
Studi Alquran
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I
Disusun Oleh:
Salsabilla Asharnia Priyadini
NIM: B01219050
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT,
karena atas berkah dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul ‘‘Surat Alquran”. Shalawat
serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini saya buat sebagai salah satu syarat
memenuhi tugas mata kuliah studi Alquran. Saya mengucapkan terimakasih kepada
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah studi Alquran, yang telah
memberikan tugas ini sebagai media peningkatan pengetahuan tentang surat
Alquran serta memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terimakasih
juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu saya selama proses
pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu saya mohon kritik dan saran. Semoga makalah ini
dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi para bembaca.
Surabaya, 20 Agustus 2019
Salsabilla Asharnia Priyadini
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................2
C. Tujuan.....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Surat Alquran......................................................3
B. Penentuan Urutan Surat-Surat Alquran............................13
C. Batasan Surat-Surat Alquran..............................................18
D. Keutamaan Surat Tertentu..................................................19
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................21
B. Saran......................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................22
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Surat dalam Alquran memberikan sebuah makna tentang
petunjuk bagi siapa yang mempercayai dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari
hari. Pada hakikatnya surat ibarat gedung yang indah mengandung ilmu dan
hikmah. Tiap-tiap surat mengandung materi yang sempurna serta saling
berhubungan.
Menurut para ulama, jumlah surat-surat yang terdapat
dalam Alquran ada 114 surat yang terdiri
dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nass sebagaimana terhimpun dalam Mushaf
Utsmani dan merupakan pedoman hidup bagi manusia. Ada juga yang
berpendapat mengatakan bahwa surat
Alquran berjumlah 113 dengan alasan bahwa surat al-Anfal dengan at-Taubah
sebagai satu arah yang digabung, mengingat antara keduanya mengandung kemiripan
dan memang tidak dibatasi dengan basmalah.[1]
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan
lain-lainnya, Nabi Muhammad bersabda : “Diberikan kepadaku tujuh surat yang
panjang, yang menyamai Taurat, diberikan kepadaku surat-surat al-Miuun
yang menyamai Zabur, diberikan kepadaku al-Matsani yang menyamai Injil,
dan aku diberi kelebihan dengan surat-surat al-Mufassal”.
Dr. Abdullah Syahatah dalam bukunya Alquran Watt
Tafsir mengatakan surat-surat Alquran yang disepakati para ulama sebagai
surat Makkiyah dan Madaniyah .
Dalam pengertian lain, surat merupakan bagian-bagian tubuh Alquran
yang sebenarnya. Kata Sura (jamak: suwar) juga muncul dalam teks
Alquran tetapi asal-usul kata ini sangat meragukan.
Pandangan yang paling umum diterima adalah bahwa kata tersebut
berasal dari bahasa Ibrani, shurah yaitu suatu deretan sisa-sisa batu
bara di dinding dan bekas pepohanan anggur. Dari makna ini surat dapat
disimpulkan menjadi “Serangkaian bagian” atau “Bab” (chapter).
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian surat Alquran ?
2.
Bagaimana penentuan urutan surat-surat pada Alquran ?
3.
Apa saja batasan surat-surat Alquran?
4. Bagaimana keutamaan
pada surat tertentu?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian surat Alquran.
2.
Memahami penentuan urutan surat-surat pada Alquran.
3.
Memahami batasan surat-surat pada Alquran.
4.
Mengetahui keutamaan pada surat tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Surat
Alquran
Kata surat berasal dari tiga yaitu kata al-su’rah yang berarti sisa air dalam bejana, al-sur yang berarti pagar pembatas atau dinding dan kata al-surat yang berarti pasal. Bisa juga
diartikan sebagai tingkatan atau martabat, tanda atau alamat, gedung yang
tinggi serta indah, sesuatu yang sempurna serta susunan yang bertingkat.
Kata surat secara terminologis yaitu sekelompok ayat-ayat
Alquran yang menjadi satu kesatuan mempunyai permulaan dan penutup. Alangkah
baiknya surat dibaca dengan basmalah serta bersungguh-sungguh agar mendapat
tingkatan pahala yang mulia.
Surat-surat Alquran terdiri
dari empat bagian yaitu:
1. Ath-Thiwal berisikan 7 surat
diantaranya, seperti al-Baqarah, Ali Imran, an-Nissa’, al-Ma’idah, al-An’am, al-A’raf
dan yang ketujuh ada yang mengatakan al-Anfal dan Bara’ah juga termasuk karena
tidak dipisahkan dengan basmalah diantara keduanya. Ada pula yang berpendapat bahwa
yang ketujuh adalah surat Yunus.
2. Al-Mi’un yaitu surat yang memiliki
ayat yang lebih dari seratus atau sekitaran itu.
3. Al-Matsani yaitu surat-surat yang
memiliki ayat dibawah al-mi’un, yang
dimana bacaannya diulang-ulang lebih banyak dari ath-thiwal dan al-mi’un.
4. Al-Mufashol ada yang bilang diawali
dengan surat Qaf, ada yang bilang diawali dengan surat al-Hujurat, adapula yang
mengatakan diawali dari surat lain. Dinamakan mufashol karena banyaknya fashl
(pemisah) diantara surat dengan basmalah. Mufashol dibagi menjadi tiga,
yaitu thiwal, ausath, dan qishar. Thiwal dimulai
dari surat Qaf atau al-Hujurat sampai dengan ‘Amma atau al-Buruj. Ausath
dimulai dari surat ‘Amma atau al-Buruj sampai dengan adh-Dhuha atau Lam Yakun,
dan qishar dimulai dari adh-Dhuha atau Lam Yakun sampai dengan surat
Alquran yang terakhir.[2]
Penamaan surat Alquran tersebut memiliki nama tersendiri. Sebuah
surat boleh jadi mempunyai satu ayat beberapa nama. Tetapi, nama surat tersebut
tidaklah menunjukkan judul atau tema pokok dari surat-surat tersebut. Tidak
dapat dipungkiri bahwa setiap surat mempunyai tema tetapi hanya dijadikan
sebagai alat metode identifikasi.
Kitab suci Alquran terdiri dari beberapa surat yang memiliki beberapa
ayat. Surat dalam Alquran berisi tentang perintah dan larangan Allah SWT, ilmu
yang berkaitan dengan alam semesta, benda, energi, sistem-sistem, serta
kehidupan baik di dunia maupun akhirat. Ilmu ini sebagai alat penunjang
kesuksesan, kekuatan, keimanan, dan ketakutan kepada larangan Allah SWT.[3]
Dari segi namanya, surat Alquran dikelompokkan menjadi tiga
bagian, yaitu:
1. Surat yang hanya memiliki satu nama, seperti
an-Nisa’, Thaha, al-A’raf, dan sebagainya.
2. Surat yang memiliki
lebih dari satu nama, seperti surat al-Fatihah, yang juga diberi nama Ummul
Kitab, surat at-Taubah yang juga disebut surat al-Bara’ah, surat al-Isra’ yang
disebut juga surat Bani Israil, dan sebagainya.
3. Beberapa surat
dengan satu nama, yaitu surat al-Mu’awwidzatain untuk surat al-Falaq dan
an-Nass, surat Al-Hawamim untuk surat-surat yang didahului oleh kata Ha-Mim,
surat Al-Zahrawyn untuk surat al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran (Muslim,
1998: I: 356: No.804).[4]
Adapun pemberian nama surat Alquran didasarkan atas :
1. Kandungan surat.
Misalnya surat Nuh yang mengisahkan tentang Nabi Nuh AS.
2. Kata pembuka surat.
Misalnya, surat al-Qari’ah dari kata “Al-Qa-Ri-Ah” pada awal surat.
3. Fungsi surat.
Misalnya surat al-Ikhlash yang berfungsi sebagai pemurnian (ikhlas) tauhid atau
keimanan.
4. Salah satu kata
yang ada di dalam suatu surat. Misalnya surat al-‘Alaq dari kata “Alaq”
pada ayat kedua.[5]
Allah menyebut kitab-Nya dengan apa yang bertentangan dengan
yang disebut oleh orang Arab, yakni aspek global dan rinciannya. Keglobalan tersebut
dinamakan Alquran sebagaimana mereka memberi nama pada sekumpulan sya’ir (diwan).
Bagian dari Alquran ini adalah surat, seperti sajak (qashidah) versi
mereka.
Ada surat Alquran yang berisi bahwa kebesaran dan kekuasaan
Allah SWT, Dia sang raja penguasa atas segala sesuatu yang mengadakan,
meniadakan, menghidupkan, dan mematikan.
Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya Allah menundukkan anak Adam
dengan mati, menjadikan dunia ini tempat hidup kemudian, dan menjadikan akhirat
tempat pembalsan kemudian kekal selamanya” (R.Ibn Hatim dari Qatadah). Dia sang
maha mulia, perkasa, menang, dan maha pengampun. Dia pula yang menjadikan
langit tujuh petala, tujuh susun, tanpa ada cela aib, kekurangan atau keliruan
dan pertentangan, kemudian Allah mempersilahkan makhluknya untuk memperhatikan
semua kejadian untuk membuktikan betapa rapinya serta indahnya, kemudian Allah
telah menghias langit dunia dengan bintang-bintang bagaikan pelita yang
menerangi, juga itu dijadikan alat untuk melempari setan yang berusaha mencuri
percakapan dan pendengaran untuk menipu mempengaruhi manusia.[6]
Berikut surat yang menjelaskan tentang orang kafir:
وَلِلَّذِينَ
كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٦) إِذَا أُلْقُوا
فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ (٧) تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ
الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ
يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ (٨) قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا
وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ
(٩) وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ
السَّعِيرِ (١٠) فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ (١١)
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab
Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan
ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu
membara. Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang
kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada
mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan
kepadamu (di dunia)?". Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang
pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya)”, dan
kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di
dalam kesesatan yang besar". Mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami
mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni
neraka yang menyala-nyala”.
Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni
neraka yang menyala-nyala itu (QS.
Al-Mulk [67] : 6-11).
Dalam sebuah hadist Nabi SAW
bersabda, “Lan yahlikan naasu hatta ya’dzaruu min anfusihin”, artinya : “Takkan
binasa manusia sehingga diberi kesempatan untuk memperbaiki diri mereka”.[7]
Setelah surat yang menerangkan
keadaan orang kafir yang menentang ajaran Allah, tuntunan Nabi SAW maka dalam
ayat ini Allah menerangkan hal keadaan orang-orang yang akan mendapat naungan
Allah disaat tak ada naungan kecuali naungan-Nya. Seorang yang diajak wanita
bangsawan cantik untuk berzina, tiba-tiba ia mengatakan bahwa, “Sesungguhnya
aku takut kepada Allah”. Juga orang yang bersedekah dengan tersembunyi sehingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya (Bukhari,
Muslim).
Nabi SAW, bersabda “Lau
tawakkaltum ala Allahi haqqa tawakulihi larazaqum kamaa yurzaqut thairu tagh
duu khimaa shan wa taruu hu bithaa na”, artinya: “Andaikan kamu tawakkal
kepada Allah dengan sepenuhnya, niscaya Allah akan memberimu rezeki sebagaimana
burung yang keluar di pagi hari dalam keadaan perutnya kosong dan lapar, dan
sore hari kembali sudah penuh kenyang” (R. Ahmad, Attirmidzi, Annasa’I, Ibn.
Majah dari Umar bin Al Khattahab r.a).
Surat dalam Alquran juga berisi kalimat La Ilaaha illallaah
mengandung dua rukun. Pertama : (La Ilaaha), yaitu peniatan segala
sesuatu yang diibadahi dengan sebenarnya selain Allah. Kedua : (Illallah)
yaitu Penetapan bahwa Allah yang berhak untuk diibadahi.[8]
Diriwayatkan dalam sebuah atsar (riwayat) bahwa kunci
surga adalah (la ilaha illallah), akan tetapi apakah setiap orang yang
mengucapkannya berhak dibukakan pintu surga untuknya?
Kalimat La Ilaha Illallah dalam surat Alquran menjadi
kunci pembuka pintu surga, dan berguna bagi orang yang mengucapkannya, dan
syarat-syarat tersebut yaitu :
1. Ilmu pengetahuan
karena setiap kalimat memiliki makna, maka makna La Ilaha Illallah dengan
pengetahuan yang bertentangan dengan sifat ketidak-tahuan, yaitu : Menafikan
atau meniadakan sifat ketuhanan dari selain Allah, lalu menetapkannya untuk
Allah semata, artinya : “Tidak ada yang berhak disembah atau diberikan ibadah kecuali
Allah”.
2. Yakin yaitu
benar-benar meyakini akan maksudnya, karena kalimat ini sama sekali tidak
menerima keraguan, prasangka, dan kebimbangan, akan tetapi wajib bertopang
kepada keyakinan yang pasti dan kuat. Allah berfirman menyebutkan sifat-sifat orang
mukmin.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا
بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ
الصّٰدِقُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah
mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu
dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah
orang-orang yang benar (QS. Al-Hujurat [49] :15).
3. Menerima apabila anda telah mengetahui dan meyakini,
maka sepatutnya pengetahuan yang
berkeyakinan ini memiliki pengaruh, yaitu : menerima setiap apa yang
dituntut oleh kalimat ini dengan hati dan lidah.
إِنَّهُمْ
كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Sesungguhnya
mereka dahulu bila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah"
(Tiada Tuhan yang berhak disembah
melainkan Allah)
mereka menyombongkan diri (QS. As-Saffat [37] : 35).
4. Tunduk dan Patuh
Tauhid membutuhkan ketundukan yang sempurna. Ini merupakan pembuktian dan
bentuk pengamalan dan keimanan.
وَمَنْ
يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ
بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Dan barangsiapa
yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan,
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya
kepada Allah-lah kesudahan segala urusan (QS. Luqman [31] : 22).
5. Kejujuran dalam
mengucapkannya, kejujuran yang menghapus kedustaan, karena siapa saja
mengatakannya dengan lidahnya saja, sedangkan hatinya mendustai kalimat itu
maka dia munafik. Dasarnya adalah firman Allah yang mencela orang-orang munafik.
وَلِيَعْلَمَ
الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ
أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ
لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ
بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا
يَكْتُمُونَ
Dan supaya Allah
mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan:
"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)".
Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan,
tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada
kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak
terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah
lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (QS. Al’Imran [3] : 167).
6. Kecintaan
Bukti kecintaan seorang hamba
kepada Rabbnya yaitu mendahulukan kecintaan Allah, meskipun bertentangan dengan
hawa nafsunya, loyal terhadap orang yang cinta Allah dan Rasul-Nya.
7. Ikhlas
Padahal mereka tidak disuruh,
kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
menjalankan agama yang lurus. Begitu banyak orang yang
membaca Alquran tanpa mendalami makna kandungan suratnya. Memahami makna Surat
Alquran sangat perlu sebagai peningkat iman dan takwa kepada Allah SWT. Jika kita sedang merasa gagal karna sesuatu hal, ingat dalam Alquran sudah
ada surat al-Insyirah yang berisi tentang kemudahan dibalik kesulitan hidup.
Surat Alquran diturunkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
melalui malaikat Jibril dalam bahasa Arab. Di dalamnya terdapat penjelasan
mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syari’at, asas-asas perilaku,
menuntun manusia ke jalan yang lurus dalam berpikir dan beramal. Namun,
Allah SWT tidak memberi perincian-perincian dalam masalah-masalah itu
sehingga banyak lafal pada surat Alquran yang membutuhkan tafsir, apalagi
sering menggunakan susunan kalimat yang singkat namun luas pengertiannya.
Dalam lafazh yang sedikit saja dapat terhimpun sekian banyak makna.
Untuk itulah, diperlukan penjelasan mengenai surat Alquran.
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ
وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ
Dan ingatlah ketika
Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: Sesungguhnya aku tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang kamu sembah (QS. Az-Zukhruf [43] :
26-27).
Salah satu bentuk nasihat
Allah ialah dalam bentuk surat Alquran ini yang dikemas sedemikian rupa guna
menambah keimanan seseorang dan sebagai pengarah dari kesesatan menuju
kebenaran. Tidak semua orang bisa menerima dan tidak semua orang tidak menerima
akan ajaran yang terdapat dalam surat Alquran. Karena orang yang baik adalah
orang yang menasehati sesama dan mengamalkan ajarannnya.
Betapa indahnya sentuhan bahkan tetesan embun surat Alquran pada
hati para pembacanya. Segala keangkuhan hati, kekafiran, kemunafikan,
terkalahkan oleh dahsyatnya makna surat Alquran yang mengajak kita untuk selalu
fastabiqul khairat.[9]
Surat Alquran berisikan iman dan taqwa kepada Allah juga
melindunginya dari kebusukan dan kerusakan, serta mendorong kepada setiap
kebajikan dan kemuliaan (Syekh Shalih Al-Bulaihi, Al-Hadyu Wal Bayan Fi Asma’il
quran).
Jika masih kesulitan memilih jalan, tidak bisa melihat persoalan
dengan jernih, merasa kebingungan dan sesak dada, kembalilah kepada Alquran
yang dimana suratnya membawa ketentraman hati yang harus dipatuhi sebagai umat
islam. Dengan begitu anda akan keluar dari segala kerisauan hati, fikiran,
lepas dari segala macam kebodohan, bebas dari kesepian anda dan meraih kekuatan
anda kembali (Nashr bin Yahya bin Abi Kastir).
Salah satu ibadah sunnah yang paling efektif untuk meraih surga
Allah ialah dengan mendekatkan diri pada Allah dan kitab sucinya, membaca serta
mengamalkan isi Alquran. Khabbab bin Art pernah berkata kepada seseorang: “
Dekatkanlah dirimu kepada Allah semampumu. Dan ketahuilah bahwa tidak ada cara
mendekatakan diri kepada Allah selain melalui firmannya” (Ibnu Rajab, Jami’ul Ulum Wal Hikam, 364).
Namun, tidak lepas dari godaan syaitan yang terus berusaha
mengganggu seseorang yang sedang ibadah
mendekatkan diri pada Allah. Ada perasaan malas itu datangnya dari syaitan, ada
perasaan lelah ibadah itu juga datangnya dari syaitan, tinggal bagaimana kita
menyikapi dan menolak keras hal itu. Kita harus melawan kemalasan sebab itu
perbuatan tidak baik menimbulkan suatu kebiasaan buruk.
Siapa Nabimu? itulah salah satu pertanyaan yang akan ditanyakan
di alam kubur nanti. Jika dia dapat menjawab, maka dia akan selamat, dan jika
tidak, dia akan celaka. Dalam surat Alquran berisi anjuran kesaksian kita untuk
percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.
“Siapa menaati Rasul, sungguh dia telah mentaati Allah” (QS.
An-Nisa’[4]: 80) Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku,
niscaya Allah akan mencintaimu” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31). Kedua surat tersebut
berisi kesaksian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.
Surat dalam Alquran pun berisi tentang universalitas telah
diakui dan dijelaskan panjang lebar oleh Alquran Syatibiy yang
menyatakan bahwa Alquran sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada
dalam dada. Meskipun Alquran sebagai syifa’ belum diketahui dapat menyembuhkan
keseluruhan yang ada dalam diri manusia namun dalam surat Alquran menjelaskan
segala sesuatu yang menjadi pedoman manusia, baik tentang sebab penyakit hati
maupun dampak yang akan terjadi saat penyakit hati muncul.[10]
Jadi, tidak semua orang dapat
menjelaskan mengenai surat dalam Alquran. Para pembaca alangkah baiknya tidak
hanya membaca melainkan harus menguasai makna yang terdapat pada surat Alquran,
memiliki akidah yang benar, serta mengamalkan ajarannya. Terjadinya berbagai
pendapat dan penafsiran yang selama ini beredar secara liar atau menambah
nambahkan surat pada Alquran perlu diminimkan.
Memahami bukan sembarang memahami
artinya saja namun mengkaji isi yang ada dalam surat Alquran, ini sangat
penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan sebagai
pencerahan untuk para kaum muslimin. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT sajalah
kita berserah diri dan mohon perlindungan atas segala kekurangan. Hanya Allah
SWT sang pemilik ilmu dan kebenaran yang sermpurna. Surat Alquran sebagai
pedoman untuk kita para manusia. Dekatkan diri pada Alquran maka kelak hidup
dunia akhirat kita akan dipermudah.
Dengan memahami makna Alquran itu sebagai bentuk kecintaan,
kehormatan, yang diinginkan oleh Allah SWT. Jika umat menerima surat yang ada
di dalam Alquran ia akan berusaha dengan sungguh-sungguh agar dapat
melaksanakan isi surat tersebut.
B.
Penentuan Urutan
Surat-Surat Alquran
Para ulama berpendapat bahwa
urutan surat pada Alquran berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Ada dalil hadits yang
membicarakan tentang keutamaan surat tertentu atau ayat yang terletak di awal
maupun akhir.
Imam Ibnu Al-Hashar berkata :
“Susunan surat dan letak ayat dalam surat tertentu berasal dari wahyu dan bukan
hasil ijtihad para sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang”.
Sebuah surat turun karena
suatu urusan yang terjadi dan ayat pun turun sebagai jawaban atas segala macam
pertanyaan, Jibril yang akan memberitahukan Nabi SAW dimana surat dan ayat akan
ditempatkan.
Para ulama berbeda pendapat tentang tertib aturan urutan surat Alquran :
1. Dikatakan bahwa
tertib surat itu tauqifi dan ditandatangani langsung oleh Nabi SAW sebagaimana
diberitahukan Jibril kepadanya atas perintah Allah. Dengan demikian, Alquran
pada masa Nabi Muhammad SAW telah tersusun surat-suratnya secara tertib
sebagaimana tertib ayat-ayatnya, seperti Mushaf Utsman yang tidak ada seorang
sahabat pun menentangnya. Ini menunjukkan telah terjadi kesepakatan (ijma’)
atas tertib surat, tanpa suatu perselisihan. Yang
mendukung pendapat ini ialah dengan Nabi SAW telah membaca beberapa surat
secara tertib di dalam shalatnya.
Bukhari meriwayatkan dari Ibn Mas’ud, bahwa ia mengatakan tentang surat
Bani Isra’il, al-Kahfi, Maryam, Ta Ha dan al- Anbiya’: “Surat tersebut
diturunkan di mekah dan yang pertama-tama aku pelajari”, kemudian surat
tersebut diurutkan sebagaimana tertib susunan seperti sekarang.
2. Dikatakan bahwa
tertib surat itu berdasarkan ijtihad para sahabat, mengingat adanya perbedaan
tertib di dalam mushaf mereka misalnya mushaf Ali disusun menurut tertib Nuzul,
yakni dimulai dengan Iqra’, kemudian al-Muddatstsir, lalu Nun, al-Qalam,
kemudian al-Muzzammil, dan seterusnya hingga akhir surat Makkiyah dan Madaniyah.
3. Dikatakan bahwa
sebagian surat itu tertibnya tauqifi dan
sebagian lainnya berdasarkan ijtihad para sahabat, hal ini karena terdapat
dalil yang menunjukkan tertib sebagian surat pada masa Nabi. Misalnya, keterangan
yang menunjukkan tertib as-Sab’ut Tiwal, al-Hawamim dan al-Mufashol
pada masa hidup Nabi SAW.[11]
Kata Ibn Hajar lebih lanjut :
“Ini menunjukkan bahwa tertib surat-surat seperti terdapat dalam Mushaf
sekarang adalah tertib surat pada masa Nabi SAW”, dan katanya: “Namun mungkin
juga bahwa yang telah tertib pada waktu itu hanyalah bagian mufashol,
bukan yang lain”.
Adapun ulama yang mendukung pendapat pertama ini adalah Imam
Maliki, Alqadhi Abu Bakar, dan Ibnu Faris dalam bukunya yang berjudul “Kitabul
Khamsi”. Alasan-alasan yang dikemukakan diantaranya adalah mushaf-mushaf
para sahabat berbeda-beda dalam penertiban suratnya sebelum Khalifah Utsman Bin
Affan memerintahkan penghimpunan secara seragam. Maka sekiranya pengelompokan
itu secara tauqifi, tidak akan terjadi perbedaan. Karena ketentuan Nabi itu
mutlak untuk dilaksanakan. Argumen yang
lain dilandaskan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibni Asytah dari
Ismail Bin Abbas dari Hibban Bin Yahya dari Abu Muhammad Alquraisyiy dalam
Masjfuk Zuhdi berkata, “Utsman
memerintahkan kepada para sahabat agar mengurutkan surat-surat yang panjang.
Kemudian ia menjadikan surat al-anfal dan at-Taubah didalam kelompok tujuh dan
surat yang ketujuh, dan ia tidak memisahkan surat al-Anfal dan at-Taubah dibaca
dengan menggunakan Basmalah”.
Tidak ada satupun surat atau ayat yang penempatannya tidak
berdasarkan ketetapan Nabi SAW. Sebab jika ijma’ yang disepakati bukan
berdasarkan ketetapan Nabi SAW, maka pemilik Mushaf yang berbeda tersebut
tidak akan seluruhnya menyepakati dan melaksanakan ijma’ tersebut, mereka juga
akan tetap berpegang pada Mushaf mereka. Ulama besar, Azarqani dalam Masjfuk
Zuhdi mengatakan “Ada hadist yang mengatakan tauqifi, namun Utsman juga
melakukan ijtihad”. Alqadhi Abu Muhammad bin Athiyah juga turut mengutarakan
pendapatnya, “Sesungguhnya kebanyakan surat-surat Alquran itu telah diketahui
tertibnya pada waktu hidup, seperti tujuh surat panjang. Surat-surat yang
dimulai dengan (khamim) dan surat-surat al-Mufashol. Adapun
surat-surat lain mungkin tertibnya diserahkan kepada umat islam sesudah Nabi
SAW wafat”.
Ketika pada masa Utsman Alquran
dikumpulkan secara tertib. Ketika pada masa Utsman Alquran dikumpulkan,
ditertibkan surat dan ayatnya pada satu huruf (logat) dan umat pun
menyepakatinya, maka mushaf yang ada pada mereka ditinggalkan.
Para sahabat sangat bersemangat untuk mendapatkan pengajaran Alquran dari Nabi SAW. Mereka ingin menghafal dan
memahaminya. Bagi mereka, ini merupakan suatu kehormatan. Seiring dengan itu,
mereka juga bersungguh-sungguh mengamalkan dan menegakkan hukum-hukumnya.
Urutan surat dalam Alquran yang kita
jumpai sekarang telah melewati proses penertiban yang tidak mudah. Dapat
dimaklumi bahwa Alquran adalah sumber nomor wahid bagi umat Islam dalam
pengambilan hukum-hukum, dan lebih dari itu, ia adalah pedoman hidup bagi kita
semua.
Berikut beberapa pendapat
mengenai pelopor pembuat urutan surat :
1. Menurut Abu Ja’far
Al-Nuhas, Al-Kirmani, Ibn Al-Hishar, dan Al-Anbari, M.M. Al-A’zami (2005: 77),
Abu Syahbah (1992: 296), dan Manna’ Al-Qathan (1994: 144) urutan peletakkan
surat adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW.
2. Menurut Imam
Al-Suyuthi, Imam Malik, dan Abu Bakar Al-Thayyib, urutan surat adalah hasil
pemikiran para sahabat ketika menulis Mushaf Alquran.
3. Abu Muhammad bin
‘Atthiyyah dan Imam al-Baihaqi menyatakan bahwa sebagian besar surat Alquran
diurutkan berdasarkan petunjuk Nabi SAW dan sebagian yang lain hasil pemikiran
para sahabat.
Ada hadist lain dalam bab
tersebut yang menunjukkan bacaan secara urut mengenai :
a. Surat-surat pendek
atau Al-Mufashol (Muslim, 1988: I: 363: No.822)
b. Surat-surat yang
didahului kata Ha-Mim (surat nomor
40,41,42,43,44,45,dan 46)
c. Surat-surat Bani
Israil atau al ’Isra’ (17), al-Kahfi (18), Maryam (19), Thaha (20), lalu al-Anbiya’(21).[12]
Sementara itu, Imam Muslim meriwayatkan, “Sesungguhnya Nabi
Muhammad SAW menasihatkan kalian azzahraawain, yakni surat al-Baqarah
dan surat Ali ‘Imran”. Lalu Nabi Muhammad SAW mengucapkan dua
surat itu dengan urutan keduanya. Abu Bakar Al-Ambary menuturkan bahwa, “Allah
SWT menurunkan Alquran keseluruhan ke langit dunia, kemudian dia mengatur
turunnya selama dua puluh tahun. Maka, surat-surat Alquran merupakan cakupan
dari kejadian suatu peristiwa, sedangkan
ayat merupakan jawaban mengenai sesuatu yang memerlukan penjelasan”. Untuk
itulah, malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk memberikan
penjelasan mengenai penempatan surat dan ayat.
Sebagian ulama salaf berpendapat
bahwa urutan surat Alquran adalah berdasar petunjuk Nabi Muhammad SAW, karena
datangnya surat Hawaamiin yaitu surat-surat yang diawali dengan kata Ha-Mim
tersusun secara tertib. Demikian juga surat Thawaasiin yaitu surat-surat
yang diawali dengan kata Tha-Sin. Juga surat Al-Musabbihat yaitu
surat-surat yang diawali dengan kata subhana, sabbaha, yusabbihu,
sabbih tidak tersusun secara urut, bahkan terpisah antara satu surat
dengan surat lainnya. Letak surat al-Qashash dengan awalan Tha-Sin-Mim
dan surat al-Naml dengan awalan Tha-Sin diletakkan secara terpisah.
Padahal surat al-Qashash itu lebih pendek daripada surat al-Naml.
Seandainya urutan surat itu hasil pemikiran para sahabat Nabi SAW niscaya surat
al-Musabbibat yaitu surat-surat yang diawali dengan kalimat tasbib
disebutkan secara urut, dan surat al-Naml yang terdiri dari ayat yang lebih
sedikit diletakkan lebih akhir daripada surat al-Qashash.[13]
“Barangsiapa yang mengacak-acak mendahulukan atau mengakhirkan surat-surat Alquran,
berarti dia merusak susunan Alquran”. Dari beberapa permintaan Alquran ini
jelas bahwa makna yang dimaksudkan adalah sesuatu yang seperti wahyu atau kitab
suci. Alternatif yang diajukan Watt adalah bahwa kata surat terambil dari
bahasa Siria, surta yang bermakna “Tulisan teks kitab suci”, atau bahkan
“Kitab suci” (Watt: 1991: 90).
Alternatif Watt yang menyatakan bahwa surat yang bermakna tulisan
atau teks kitab suci mungkin dapat diterima, tetapi bila itu diartikan kitab
suci sebagai suatu kesatuan tentu saja kita akan mengalami kesulitan. Bila Alquran
meminta untuk didatangkan sepuluh surat berarti yang dimaksud adalah
sepuluh kitab suci yang sama. Sungguh tantangan yang tidak masuk akal dan tidak
diterima. Padahal tantangan Alquran merupakan tantangan yang
sunguh-sungguh.
Allah menjadikan Alquran sebagai petunjuk dan cahaya bagi setiap
hamba yang mengimaninya, ia sebagai penawar hati dan obat dari penyakit yang
ada di dada, mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Kalamullah, setiap huruf yang dibaca mendatangkan pahala bahkan
dilipatgandakan. Nabi SAW menyebutkan beberapa keutamaan pada surat-suratnya. Semoga
dengan kita mengetahui keutamaannya menumbuhkan semangat untuk membacanya
serta membuahkan amal sesuai dengan tuntunannya, amin.
C.
Batasan Surat-Surat
Alquran
Surat dalam Alquran berdiri sendiri. Kedudukan masing masing
surat sama. Setiap surat memiliki makna istimewa tersendiri. Batas batas surat
berdasarkan pada petunjuk dari Nabi SAW. Saat shalat, Nabi Muhammad SAW selalu
menggunakan basmalah sebagai penyambung surat. Kala itulah sahabat nabi jadi
mengetahui batas awal dan akhir dalam surat Alquran. Setiap surat selalu
diawali dengan basmalah kecuali surat at-Taubah, hal ini telah tertera dalam Mushaf
Alquran.
Pada sisi terminologis, kita tidak melihat batasan surat dalam
perspektif yang berbeda. Pada umumnya memberikan batasan yang sama tentu dengan
sedikit penjelasan tambahan yang berbeda. Al-Zarkasyi misalnya menjelaskan
pengertian surat dengan sekelompok ayat-ayat Alquran yang mempunyai
permulaan dan penutup (Al-Zarqasyi, t.t: I, 263). Al-Zarqani memberikan sedikit
tambahan bahwa sekelompok ayat-ayat Alquran yang mempunyai permulaan dan
akhir itu adalah berdiri sendiri (Al-Zarqani, 1988: I, 350). Tetapi, meskipun
sekelompok ayat dimaksud berdiri sendiri, namun satu sama lain dipercaya
berhubungan erat saling melengkapi, sehingga ada yang mengatakan bahwa
surat al-Fatihah adalah pengantar surat al-Baqarah, dan surat al-Baqarah
adalah pengantar surat an-Nisa’ dan seterusnya.
D.
Keutamaan Surat
Tertentu
1.
Surat Al-Fatihah
Al- Fatihah bermakna asy-Syafiyah
yaitu yang menyembuhkan, merupakan surat yang paling mulia dalam Alquran.
2.
Surat Al-Baqarah
Al-Baqarah ialah puncaknya
Alquran. Dikenal dengan sebutan az-Zahrawani yang apabila dibaca dalam
sebuah rumah, maka rumah tersebut tidak akan dimasuki setan.
3.
Surat Qaf
Surat yang sering dibacakan
oleh baginda Nabi Muhammad SAW ketika menyampaikan pidato di atas mimbar, saat
shalat Jum’at, dan shalat Ied atau hari raya.
4.
Surat Al-Kahfi
Barangsiapa membaca surat al-Kahfi
pada hari Jum’at akan menerangi pembacanya maupun dirinya sendiri sampai
Baitullah di kota Mekkah, serta barangsiapa yang menghafalkan 10 ayatnya maka
akan terjaga dia dari fitnah Dajjal.
5.
Surat Al-Mulk
Memberikan syafaat bagi siapa saja
baik yang membaca maupun pendengarnya sampai ia diampuni oleh Allah SWT.
6.
Surat Al-Ikhlas
Sebanding dengan sepertiga
Alquran.
7.
Al-Mu’awwidzatain
Orang-orang memohon
perlindungan kepada Allah dengan membaca kedua surat ini.
8.
Surat At-Takwir, Al-Infithar,
dan Al-Insyiqaq
Berisi proses terjadinya hari
kiamat .[14]
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; Apakah mengenai keutamaan surat-surat
Alquran itu hanya ada satu dua surat? Ia menjawab, “Aku melihat orang-orang
telah menyimpang jauh dari Alquran, mereka tekun dengan fikih Abi Hanifah dan
Kitab Magazi-nya Abi Ishaq. Oleh karena itu, aku buat hadist ini untuk hisbah
(mengarahkan mereka kepada Allah dan cinta agama)”.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Di era millennial saat ini
sudah banyak yang mengacuhkan akan apa saja makna tersirat dalam surat Alquran.
Membaca saja jarang apalagi mengetahui kandungannya.
Dengan adanya makalah ini saya
menjabarkan pengertian surat Alquran, urutan surat Alquran, bacaan surat
Alquran, dan keutamaan pada surat Alquran.
Perlu disadari bahwasannya hidup
ini sementara, sia-sia hidup jika tidak dipergunakan untuk beramal baik. Kitab
suci Alquran ialah pedoman umat muslim yang tidak boleh dihilangkan dalam
kehidupan sehari-hari. Beristiqamah memahami surat Alquran serta mengamalkan
ajarannya ialah suatu kewajiban.
B.
Saran
Saran saya, tugas sebagai seorang muslim untuk
mengetahui, membaca dan mengamalkan kandungan surat Alquran sangat diperlukan
sebagai pendekatan kepada Allah SWT agar diberikan jalan lurus dalam kehidupan
dunia dan akhiratnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Aziz, Moh. 2018. Mengenal Tuntas Alquran. Surabaya :
Imtiyaz.
Al-Qaththan, Manna. 2005. Pengantar Studi Ilmu Alquran. Jakarta
: Pustaka Al-Kautsar.
Al-Qattan, Manna’ Khalil.
2007. Studi Ilmu Quran. Bogor: PT Pustaka Litera AntarNusa.
Al-Qattan, Manna’ Khalil.
2016. Studi Ilmu-Ilmu Alquran. Bogor
: Litera Antar Nusa.
Ash-Shaabuuniy, Muhammad Ali.
1998. Studi Ilmu Alquran. Bandung : Pustaka Setia.
Aswadi. 2009. Alquran Kitab Kedokteran. Surabaya :
Dakwah Digital Press.
Bahreisy Salim, dan Bahreisy
Said (penterjemah) . 1992. Terjemahan
Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8. Surabaya : PT Bina Ilmu.
Eldeeb Ibrahim. 2009. Be A Living Quran. Jakarta : Lentera
Hati.
El-Fandy, Muhammad Jamaluddin.
2000. Alquran Tentang Alam Semesta.
Jakarta : Amzah.
Nashir, Umar, dan Muhammad.
2009. Sms Tadabbur Alquran. Surabaya
: Pustaka Elba.
Omar, Toha Yahya. 1983. Ilmu Da’wah. Jakarta : Widya Karsa
Pratama.
Tafseer.Info. Tafsir Al-‘Usyr AL-Akhir. Tafseer.Info.
[1] Toha Yahya Omar, Ilmu Da’wah,
(Jakarta : Widya Karsa Pratama, 1983), Cet. 3, hlm. 203.
[2] Syaikh Manna Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Alquran, (Jakarta :
Pustaka Al-Kautsar, 2005), Cet. 1, hlm. 181.
[3] Muhammad Jamaluddin El-Fandy, Alquran
Tentang Alam Semesta, (Jakarta : Amzah, 2000), Cet. 3, hlm. 2.
[5] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran,
(Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 76.
[6] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said
(penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir
Ibnu Katsir Jilid 8, (Surabaya : PT
Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 121.
[7] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said
(penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir
Ibnu Katsir Jilid 8 , (Surabaya : PT
Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 172.
[9] Nashir, Umar, dan Muhammad, Sms Tadabbur
Alquran, (Surabaya : Pustaka Elba, 2009), hlm. 25.
[10] Aswadi, Alquran Kitab Kedokteran,
(Surabaya : Dakwah Digital Press, 2009), hlm. 45.
[11] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Alquran, (Bogor : Litera Antar Nusa, 2016), Cet.
17, hlm. 207.
[12] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran,
(Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 77.
[14] Ibrahim Eldeeb, Be A
Living quran, (Jakarta : Lentera Hati, 2009), Cet.1, hlm. 86-87.
KATA PENGANTAR.....................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................2
C. Tujuan.....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Surat Alquran......................................................3
B. Penentuan Urutan Surat-Surat Alquran............................13
C. Batasan Surat-Surat Alquran..............................................18
D. Keutamaan Surat Tertentu..................................................19
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................21
B. Saran......................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................22
Berikut beberapa pendapat mengenai pelopor pembuat urutan surat :
[1] Toha Yahya Omar, Ilmu Da’wah,
(Jakarta : Widya Karsa Pratama, 1983), Cet. 3, hlm. 203.
[2] Syaikh Manna Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Alquran, (Jakarta :
Pustaka Al-Kautsar, 2005), Cet. 1, hlm. 181.
[3] Muhammad Jamaluddin El-Fandy, Alquran
Tentang Alam Semesta, (Jakarta : Amzah, 2000), Cet. 3, hlm. 2.
[5] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran,
(Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 76.
[6] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said
(penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir
Ibnu Katsir Jilid 8, (Surabaya : PT
Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 121.
[7] Bahreisy Salim, dan Bahreisy Said
(penterjemah) , Terjemah Singkat Tafsir
Ibnu Katsir Jilid 8 , (Surabaya : PT
Bina Ilmu, 1992), Cet.1, hlm. 172.
[9] Nashir, Umar, dan Muhammad, Sms Tadabbur
Alquran, (Surabaya : Pustaka Elba, 2009), hlm. 25.
[10] Aswadi, Alquran Kitab Kedokteran,
(Surabaya : Dakwah Digital Press, 2009), hlm. 45.
[11] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Alquran, (Bogor : Litera Antar Nusa, 2016), Cet.
17, hlm. 207.
[12] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Alquran,
(Surabaya : Imtiyaz, 2018), Cet. 3, hlm. 77.
[14] Ibrahim Eldeeb, Be A
Living quran, (Jakarta : Lentera Hati, 2009), Cet.1, hlm. 86-87.

Ma syaa Allah sangat bermanfaat sekali, Barakallah ya 👍👍
BalasHapusBaarakallah... Sangat membantu sekali bagi masyarakat yang belum tahu.. good.. 👍👍
BalasHapusSemoga bermanfaat untuk banyak orang ya kak
BalasHapusSmngt trussss
BalasHapusmeningkatkan kualitas pendidikan kita, Ini perubahan menuju pendidikan yang lebih baik, harus kita apresiasi prok2. .🤗
BalasHapusdesain nya bagus mantap
BalasHapusTerimakasih kaka,atas pengetahuannya😊
BalasHapusbarakallah semoga bermanfaat untuk kita semua . good job
BalasHapusBagus kok
BalasHapusMasyallah, terimakasih ini sangat bermanfaat sekali����
BalasHapusMasyallah, Barakallah pengetahuan yang telah disampaikan. Aamiin Allahhumma Aamiin
BalasHapusGood
BalasHapusBagus dan simple, semoga bermanfaat bagi orang lain, terus update karya²nya
BalasHapusUntuk tayangan slide sudah simple dan jelas, hanya perlu sedikit animasi pada teks dan slide.Untuk fontnya juga perlu variasi. SEMANGAT!!
BalasHapusBarakallah bermanfaat sekali ilmunya
BalasHapusMasyaalloh bagus dan mudah di pahami penjelasan nya, semoga bermanfaat 🙏
BalasHapusManteps
BalasHapusBagus bgt makalahnya,semoga terus bermanfaat bagi yg lain.aamiin
BalasHapusMasyaallah sangat membantu bagi yang belum tau, semoga bermanfaat aamiin
BalasHapusMasyaallah
BalasHapusSemoga bermanfaat dan dapat dipahami
BalasHapusSemangat ya wkwk
Smoga bermanfaat Aamiin
BalasHapusBarakallah, semoga kita semua semakin mencintai Alquran dan mengamalkannya dalam hidup kita..
BalasHapusMasya allah sudah bagus, semoga bermanfaat untuk yg lainnya
BalasHapusKeren
BalasHapuskeren 👍👍
BalasHapusلطيفة. نأمل أن تصبح كاتبة جيدة وحقيقية ى
BalasHapusAlhamdulillah blog ini sangat bermanfaat sehingga memudahkan saya untuk mengetahui surat-surat Al-qur'an
BalasHapusBagus banget kaka :)
BalasHapusSubhanallah karyanya. Semoga lebih baik lagi buat karya selanjutnya amin
Sukses mama 💛
bagus alhamdulillah semoga bermanfaat sukses selalu yaa
BalasHapusTrims.. Dengan bacaan ini ilmuku semakin bertambah dan dapat menyelesaikan tugas dengan baik
BalasHapus#mutualisme
Terima kasih bermanfaat makalah nya
BalasHapussudah bagus tingkatkan terus.....maaf bisanya komen gitu
BalasHapusTerima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih sangat membantu sekali. Semoga kedepannya semakin memberikan inovasi-inovasi baru yang lebih bermanfaat
BalasHapusBermaafat sekali trimakasih🙏
BalasHapusBarokallah
BalasHapusSangat bermanfaat
Mudah mudahan tambah baik kedepannya
Sukses dan semangat selalu☺️
Subhanallah bagus banget karyanya kaka :)
BalasHapusSemoga lebih baik untuk karya srlanjutnya amin
Sukses kaka 💛
Barokallah
BalasHapusSangat bermanfaat
Mudah mudahan tambah baik kedepannya
Sukses dan semangat selalu☺️
Masyaallah, menambah ilmu pengetahuan. Semoga barakah dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin
BalasHapusSemoga berguna bagi pembacanya.
BalasHapusSaran saya ini agak menusuk tulang sal, utk sesi KESIMPULAN itu btw ada tulisan saying di revisi ulang sal wkwk. Itu nilai plus minusnya masuk wkwk. Overall pokok bahasan fan inti oke good and not bad. Smangat mahasiswa/wi
BalasHapus#thanks from me thufailfitra
Wow wow wow wow wow wow wow wow wow
BalasHapusAlhamdulilah saya sangat suka dengan desain nya yg bagus cocok buat contoh web ku nanti
BalasHapuswow wow wow wow wow wow wow wow wow wihhh. Semoga bermanfaat bagi pembacanya. Komen ke dua ini ya. uda kan. :)
BalasHapusMembantu banget ini. Masha allah ��
BalasHapusAlhamdulillah ini komen yg kedua kalinyyaaaa.Membantu dalam mengerjakan tugas saya, alhamdulillah makasih atas ilmu yg dibagikan
BalasHapusini ta yang disuruh komen sama prof ali minimal 50 komentar?
BalasHapusBarakallah ini nih blog yg bermanfaat buat pembaca��
BalasHapusSukses teruss dan jangan bosen" share informasi ttg islam buat nambah ilmu agama ke sesama��
Masha allah, ��
BalasHapusSemoga kedepannya upgrade ke infographi supaya lebih mudah dipahami dan sebagai ladang berburu pahala dakwah, amin
BalasHapusMaterinya bagus, menambah wawasan baru tentang surat surat Al Qur'an. Semoga bermanfaat selalu bagi pembaca :)
BalasHapusMakalahnya sudah bagus.. Semoga bermanfaat buat pembaca.. Dan semoga untuk selanjutnya bisa lebih baik lagii.. Semangatt terus salsa..
BalasHapusBagus, semoga bermanfaat makalah nya
BalasHapusTrimakasih buat bacaanya, bisa untuk menambah refrensi belajar sangat bermanfaat sekali, semangat terus untuk menulis nya .
BalasHapusAlhamdullilah ini sangat2 bermanfaat dan berguna
BalasHapussangat bermanfaat guna untuk pembelajaran saya dan teman teman saya
BalasHapustrimakasih atas ilmu yang dibagikan sangan bermanfaat bagi saya dan saudara" saya
BalasHapustrimakasih atas ilmu yang dibagikan sangan bermanfaat bagi saya dan saudara" saya
BalasHapusSangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semoga penulis bisa berkarya lebih baik lagi
BalasHapusKata-katanya sangat mudah di mengerti, semoga kedepannya artikel bermanfaat 👍
BalasHapusMa Syaa Allah. Bagus,detail, dan bahasanya bisa dipahami oleh org lain. Sekecil apapun kebaikan tdk ada ruginya, terus berbagi seperti ini yaaa smoga manfaat dan sukses selalu Aamiin
BalasHapusMasyaallah materinya bermanfaat bagi semuanya, saling berbagi ilmu pada semuanya :)
BalasHapusSemoga ilmu yg diberikan bermanfaat bagi semuanya. Allahumaamiin..
BalasHapusmasyaallah, ini sangat bermanfaat sekali buat yang baca, tetep semangat dan terus berkarya🙏🙏
BalasHapusterima kasih ilmuya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat berkembang lebih baik lagi
BalasHapuswahhhh kak salsa terima kasih ilmunya semoga bisa bermanfaat bagi yang lain jugaaa
BalasHapusWaaaah keren
BalasHapusKeren salsa👏👏👏👍
BalasHapusSemoga bermanfaat
Entah apa yang merasuki mu. Hingga kau bisa membuat makalah seperti itu..
BalasHapusKeren salsa👏👏👏👏👍
Semoga bermanfaat y.
Beri oplos kawan-kawan👏👏👏👏👏👏👏👏👍👍
Waaahh ngga nyesel mampir ke blog ini isinya sangat bermanfaat bagi kita semua untuk selalu memperdalam ajaran islam..
BalasHapusKereen sall
Waaahh ngga nyesel mampir ke blog ini isinya sangat bermanfaat bagi kita semua untuk selalu memperdalam ajaran islam..
BalasHapusKereen sall
Makalah yang sangat bagus dan mudah dipahami,sangat cocok untuk pendamping belajar bagi kalangan mahasiswa
BalasHapusSubhanallah blog ini sangat bermanfaat bagi para pembaca. Terus semangat dan jangan pernah menyerah memberikan yang terbaik:")
BalasHapusDari urutan penataan dan kata-katanya udah bagus sih kayak tafsiran buku layaknya umum.saran untuk kedepannya blognya dibuat versi sendiri aja jangan versi makalah , jadi lebih terperinci lagi dan buat kalimatnya lebih menarik agar pembaca lebih mudah memahami. Semoga sukses
BalasHapusMasyaAllah, masih semester 1 tapi sudah bagus dalam menyusun makalah. Makalah ini kalau menurut ku sudah rapi dan bagus. Isinya juga sangat bermanfaat. Semangat terus ya
BalasHapusMakalah bagus tersusun rapi, tapi jika diberi template dan judul yang menarik mungkin akan mendorong minat pembaca.
BalasHapusNgga nyesel dah baca dri awal sampai akhir.Thankyou atas ilmu yg telah diberikan semoga bermanfaat juga bagi semuanya
BalasHapusMakasi penjelasannya detail bgt bgt bgt
BalasHapusTerimakasih atas materi yang telah disampaikan dan sangat bermanfaat bagi saya pribadi tentunya
BalasHapusAlhamdulilah sangat bermanfaat ini blog tepat cocok sekali buat refensi
BalasHapusSemoga apa yang kamu kerjakan bermanfaat bagi masyarakat, teruslah berkarya untuk agama dan negara. Semoga kamu diberikan kemudahan dan kelancaran dari Allah SWT. saya selaku teman lama mu selalu mensuportmu 😀
BalasHapusBagus sekalii, semoga bermanfaat bagi para pembaca yaa. Semangat dan sukses terus!!
BalasHapusAlhamdulilah sangat bermanfaat, dan menambah ilmu, sangat bermanfaat sekali untuk saya dan semua orang yang membaca
BalasHapusMasyaAllah sangat" bermanfaat dan menambah ilmu nya untuk para pembaca terimakasih untuk pengetahuan" dari makalah ini.
BalasHapusSukses terus, semangat untuk kuliah nya
MashaAllah bermanfaat sekali ilmunya...jangan bosan berkarya, berkarya tanpa batas tetap semangat sukses selalu..🥰
BalasHapusSubhanallah sangat bermanfaat sekalii
BalasHapusMashaAllah terimakasih atas ilmu yg dibagikan semoga dapat bermanfaat baginkita semua, semangat kuliahnya
BalasHapusalhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))
BalasHapusMashaAllah bermanfaat sekali blog ini dapat mengetahui lebih dalam mengenai surat alquran, sukses selalu dan semangat berkarya
BalasHapusSaluuuuuuttt..di zaman era millenial ini masih ada yang peduli tentang pentingnya alquran dalam kehidupan sehari hari, lanjutkan terus nak..tetap semangat!
BalasHapusMasya Allah, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua
BalasHapusMasyallah bgtt, diliat dri makalah nya kyak nya yg nulis ini cantik kakak nya, wkwk
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bagus dan bermanfaat, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua.. Aamiin..
BalasHapusKakak nya sukses yaa
Alhamdulillah dapat ilmu baru, terus dikembangkan semangat kuliah dan sukses ya..
BalasHapusAlhamdulillah bermanfaat sekali, menambah wawasan kita semua ditunggu karya berikutnya..semangat terus
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bagus dan mudah dipahami, semoga dapat terus bermanfaat untuk semua .aamiin
BalasHapusBarakallah terimakasih sudah berbagi ilmunya, ditunggu karya berikutnya yg pasti bakal lebih keren dr ini, semangatt
BalasHapusBarakallah, sangat bermanfaat sekali bagi pembaca dan menambah wawasan yang luas, penulisannya juga rapi serta mudah dipahami.
BalasHapusSemangat dan sukses selalu
Di tunggu karya selanjutnyaa
Barakallah. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas ilmunya
BalasHapusTerus dan tetap semangatt
Keren keren keren...kata katanya gampang dimengerti, soon buat karya yg ga kalah kerennya sama yg sekarang, semangat min
BalasHapusAnak muda zaman sekarang harus menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan utama dalam kehidupan agar tidak terbawa arus modernisasi yang semakin parah saat ini
BalasHapusMantap, penulisannya sangat baik menurut saya. Materi yang dibawa pun sangat menarik untuk dibaca.
BalasHapusalhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
BalasHapustabarakallah💖
MasyaaAllah tabarakallah, semoga artikel ini dapat menjadi literatur yang membantu dan menginspirasi setiap orang.
BalasHapus